INTAN JAYA - Kisah haru datang dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, di mana pendekatan yang mengedepankan hati nurani justru memetik buah manis. Sebanyak dua anggota dan 15 simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap VIII Intan Jaya secara sukarela menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen bersejarah ini terjadi pada Kamis, (19/2/2026), di bawah pengawasan ketat personel Satgas Yonif 744 serta aparat penegak hukum setempat, memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Prosesi ikrar berlangsung khidmat, dipenuhi kesadaran mendalam akan sebuah awal baru. Mereka datang atas kehendak sendiri, tulus ingin kembali menjadi bagian utuh dari Indonesia dan berjanji menjaga stabilitas keamanan di tanah Intan Jaya yang mereka cintai.
Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, S.E., mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata kekuatan komunikasi dan sentuhan kemanusiaan yang telah lama dibangun bersama masyarakat.
"Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merangkul. Pintu kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin bersama-sama membangun Papua, " ujar Letkol Inf Andy Darnianto.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa dialog yang tulus dan semangat kebersamaan mampu menciptakan perubahan positif yang signifikan, sekaligus mempertebal asa untuk terciptanya perdamaian berkelanjutan di Intan Jaya.
Harapannya, keberhasilan pengucapan ikrar setia ini dapat menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa jalan damai dan persatuan adalah solusi paling bijak untuk masa depan masyarakat Papua. Satgas beserta seluruh elemen terkait akan terus berkomitmen mengutamakan pendekatan humanis demi menjaga stabilitas wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
