PAPUA - Di tengah bentangan alam Papua yang memukau, kehadiran prajurit TNI kembali menghadirkan secercah harapan bagi masyarakat Kampung Holomama. Personel TK Holomama dari Batalyon Infanteri 744/Satya Yudha Bhakti, pada Kamis (19/2/2026), menggelar aksi pelayanan kesehatan sebagai wujud nyata kepedulian dan pengabdian tak terhingga.
Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis biasa. Ia adalah jembatan komunikasi sosial, perwujudan komitmen TNI untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar warga di wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka. Para prajurit kesehatan dengan sigap melakukan pemeriksaan, mendistribusikan obat-obatan, serta berbagi ilmu sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Terlihat jelas antusiasme dari Mama-mama Papua dan seluruh warga yang hadir. Senyum dan tatapan penuh harap terpancar saat mereka satu per satu dilayani dengan sabar dan empati oleh para tenaga medis TNI. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam loreng, ada hati yang tulus melayani.
Kapten Inf Murdana, Komandan TK Holomama Yonif 744, menegaskan esensi dari kegiatan kemanusiaan ini.
“Kesehatan masyarakat adalah fondasi kesejahteraan. Kehadiran kami di sini adalah manifestasi kepedulian dan tanggung jawab moral kami untuk memastikan saudara-saudara kami di Papua merasa aman, diperhatikan, dan memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak, ” ungkapnya.
Bagi salah satu personel kesehatan Satgas, pengalaman ini jauh melampaui sekadar tugas. “Ada kebanggaan luar biasa bisa terlibat langsung. Melihat senyum sumringah Mama-mama Papua setelah merasa terbantu, itu adalah kebahagiaan terbesar bagi kami, ” tuturnya penuh haru.
Dukungan dan apresiasi pun mengalir dari masyarakat. “Terima kasih banyak Bapak-bapak TNI atas bantuannya. Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak merasa sendirian, ” ujar Sibolga (56), seorang warga penerima manfaat, dengan nada suara yang sarat akan rasa syukur.
Pelayanan kesehatan di Holomama ini lebih dari sekadar program. Ia adalah simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui sentuhan kemanusiaan ini, prajurit tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga menabur benih harapan untuk kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik, demi terwujudnya Papua yang damai dan sejahtera.
