Satgas Yonif 732/Banau Serap Panen Petani Julukoma, Bangkitkan Ekonomi Warga

    Satgas Yonif 732/Banau Serap Panen Petani Julukoma, Bangkitkan Ekonomi Warga
    Prajurit TNI Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau borong Hasil Tani Mama-mama di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (20/1/2026).

    PUNCAK - Menjelang senja di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (20/1/2026) sore itu terasa berbeda. Bukan hanya suara alam yang mendominasi, namun juga kehangatan interaksi antara anggota Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau dengan para petani lokal. Melalui inisiatif bertajuk Rosita (Borong Hasil Tani), personel Pos Julukoma hadir langsung di tengah kebun warga, bukan untuk menjaga garis batas, melainkan untuk merajut asa ekonomi masyarakat.

    Kegiatan yang dipimpin oleh Serda Gailea ini merupakan implementasi program pembinaan teritorial Satgas Yonif 732/Banau yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan petani. Berbagai komoditas segar — mulai dari aneka sayuran hijau, buah-buahan ranum, umbi-umbian yang bergizi, hingga pisang yang ranum — dibeli langsung oleh para prajurit dengan sistem pembayaran tunai. Langkah sederhana ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah jembatan untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi batu sandungan bagi para petani akibat jarak dan medan yang berat.

    “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan Rosita, hasil panen petani kami beli langsung sehingga bisa membantu perekonomian warga sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, ” ujar Lettu Inf Dismas, Komandan Pos (Danpos) Julukoma.

    Beliau menambahkan, hasil pertanian yang dibeli ini akan menjadi sumber konsumsi bagi para prajurit di pos. Sebuah simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, di mana petani mendapatkan apresiasi atas jerih payah mereka, dan prajurit pun terpenuhi kebutuhan pangannya.

    Di sudut lain, senyum merekah menghiasi wajah Mama Neya, salah seorang warga Kampung Julukoma. Ada haru dalam suaranya saat bercerita.

    “Kami sangat senang karena hasil kebun kami dibeli langsung oleh bapak-bapak tentara. Biasanya kami harus pergi jauh ke pasar, sekarang sudah ada yang datang langsung ke kampung membantu kami, ” tuturnya dengan nada penuh syukur.

    Program Rosita ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di perbatasan lebih dari sekadar tugas pengamanan. Ia adalah perpanjangan tangan negara yang turut merasakan dan berupaya meringankan beban serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus bergulir, menjadi sarana penguatan ekonomi kerakyatan dan semakin memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan rakyat di jantung pedalaman Papua. (Wartamiliter)

    tni hadir untuk rakyat satgas pamtas yonif 732 banau rosita petani papua ekonomi rakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI PASTOOR: Jangkau Kesehatan Warga Papua...

    Artikel Berikutnya

    Dandim 1701/Jayapura Dampingi Orang Tua...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara

    Ikuti Kami