PUNCAK - Kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan personel Pos Jenggeren Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau melalui kegiatan bertajuk “Papua Melek”, yakni pengajaran Bahasa Indonesia bagi anak-anak Kampung Sinai, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang dipimpin Serda Mudahri tersebut berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti proses belajar dengan antusias saat personel Satgas mengenalkan huruf, angka, serta kosa kata dasar Bahasa Indonesia. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif melalui nyanyian dan cerita, sehingga suasana belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

Komandan Pos Jenggeren, Kapten Inf Tanamal, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI dalam membangun sumber daya manusia di Papua.
“Ini adalah bentuk bakti kami kepada bangsa. Program ‘Papua Melek’ merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang cerdas dan menguasai bahasa nasional akan menjadi aset berharga bagi kemajuan Papua dan Indonesia. Kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini berkelanjutan, ” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat setempat. Mama Ikenus mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian prajurit TNI yang membantu proses belajar anak-anak di kampungnya.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Jenggeren. Anak-anak sekarang jadi semangat belajar. Selama ini kami kesulitan mengajari mereka Bahasa Indonesia dengan benar. Dengan adanya bapak-bapak tentara yang mau mengajar, kami punya harapan anak-anak bisa lebih pintar, ” tuturnya haru.
Kegiatan “Papua Melek” tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara Satgas TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah anak-anak Papua diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat persatuan melalui penguasaan bahasa nasional sebagai jembatan komunikasi masa depan.
