PUNCAK - Kehangatan interaksi antara prajurit TNI dan masyarakat pedalaman Papua Tengah kian terasa di Pasar Tradisional Sinak. Selasa (6/1/2026) menjadi saksi bisu geliat ekonomi kerakyatan yang dihelat oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 142/KJ melalui program inovatif mereka, KSATRATA (Ksatria Borong Hasil Tani Rakyat). Inisiatif ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah upaya tulus untuk merajut kesejahteraan dan menstimulasi perputaran ekonomi di wilayah yang kerap dihadapkan pada tantangan distribusi.
Di tengah hiruk pikuk pasar, para prajurit TNI dengan sigap memborong berbagai komoditas hasil kebun langsung dari tangan para petani dan pedagang kecil. Mulai dari sayur-mayur segar, umbi-umbian yang kaya nutrisi, hingga aneka hasil tani lokal lainnya, semuanya terserap dengan baik. Langkah ini terbukti menjadi jembatan vital bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan yang stabil, sekaligus memastikan roda perekonomian lokal terus berputar di bentangan pegunungan yang indah namun penuh keterbatasan.
Letda Inf Munthe, Komandan Pos Sinak Pasar, dengan penuh keyakinan memaparkan esensi dari program KSATRATA. Ia menegaskan bahwa kehadiran Satgas lebih dari sekadar menjaga keamanan perbatasan. Ada tanggung jawab moral yang mengikat untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral membantu kesejahteraan masyarakat. Dengan memborong hasil tani warga, kami berharap ekonomi rakyat dapat terus tumbuh dan masyarakat semakin bersemangat untuk bertani dan berdagang, ” ujar Letda Munthe.
Antusiasme masyarakat menyambut kehadiran prajurit TNI yang berbaur langsung di pasar sungguh membanggakan. Para petani dan pedagang kecil tak bisa menyembunyikan rasa syukur mereka. Penyerapan hasil panen yang lancar tanpa harus berhadapan dengan antrean panjang atau terpaksa menjual dengan harga rendah memberikan kelegaan tersendiri. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai.
“Kami senang karena hasil kebun kami dibeli langsung. Ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan kami, ” tutur salah seorang pedagang Pasar Sinak, mengungkapkan isi hatinya dengan tulus.
Melalui program KSATRATA, Pos Sinak Pasar Satgas Yonif 142/KJ secara nyata menegaskan posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Papua. Pendekatan humanis yang dikombinasikan dengan strategi ekonomi kerakyatan ini bukan hanya sekadar program, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan pada akhirnya, berkontribusi pada terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (Wartamiliter)
