INTAN JAYA - Di tengah kesibukan menjaga perbatasan, personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti melalui Pos Kendetapa di Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat (16/1/2026) menunjukkan sisi humanis yang menyentuh perekonomian masyarakat. Mereka tak ragu memborong langsung hasil bumi yang dibawa oleh para mama dari Kampung Kendetapa, sebuah langkah nyata yang berbuah manis bagi perputaran ekonomi lokal.
Aneka hasil kebun seperti pisang, markisa, labu, dan beragam sayuran segar ditawarkan langsung oleh para petani perempuan. Tak hanya sekadar transaksi jual beli, sebagian hasil tani pun ditukar dengan kebutuhan pokok, menciptakan simbiosis mutualisme yang memberikan manfaat ganda bagi warga Kampung Kendetapa.
Komandan TK Kendetapa Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/JS, Kapten Inf Doriman Rajagukguk, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Satgas untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung geliat ekonomi di wilayah binaannya.

“Dengan memborong hasil tani mama-mama Kendetapa, kami ingin membantu perputaran ekonomi kampung sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat agar terus produktif, ” ujar Kapten Doriman.
Ia menambahkan, pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi menjadi fondasi penting dalam setiap tugas yang diemban Satgas di garis batas negara.
Antusiasme positif terpancar dari para mama petani yang merasa jerih payah mereka kini terhargai. Salah seorang warga, Marta Tipagau (43), tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Terima kasih banyak, bapak. Kami senang sekali hasil kebun kami dibeli. Ini sangat membantu kami, ” tuturnya dengan senyum merekah.
Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti terus merajut hubungan erat dengan masyarakat Kampung Kendetapa, membuktikan bahwa kehadiran mereka tak hanya sebatas pada aspek keamanan, namun juga menjadi agen perubahan yang mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.

Updates.