PUNCAK - Di tengah bentang alam Papua Tengah yang penuh tantangan, kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 732/Banau membuktikan bahwa tugas penjagaan garis batas negara dapat beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini terwujud nyata melalui Program Rosita (Borong Hasil Tani) yang digagas dan dilaksanakan di Kampung Ambobera, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (10/1/2026).
Dipimpin langsung oleh Sertu Wael beserta personel Pos Ambobera, program ini menyasar para petani lokal yang kerap menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panen mereka. Satgas tidak hanya menjadi pembeli, tetapi juga menjadi mitra strategis yang memberikan harga pantas untuk komoditas pertanian seperti sayur-mayur, memastikan para petani mendapatkan imbalan yang layak atas jerih payah mereka.

“Program Rosita ini bukan sekadar jual beli. Kami ingin menggerakkan roda ekonomi di tingkat kampung sekaligus memberikan apresiasi nyata atas kerja keras para petani. Dengan membeli langsung hasil kebun warga, kami berharap ekonomi masyarakat Ambobera dapat terus tumbuh, ” ujar Letda Inf Gaol, Danpos Ambobera.
Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, kegiatan ini mencerminkan keberpihakan Satgas terhadap peningkatan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan. Hasil panen yang diborong kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian di Pos Ambobera, menciptakan simbiosis mutualisme yang erat antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Sambutan hangat dan penuh syukur datang dari warga Kampung Ambobera. Mama Jelefui, salah seorang petani lokal, mengungkapkan betapa program ini memberikan semangat baru baginya dan para petani lainnya.
“Terima kasih bapak-bapak TNI. Dengan adanya program borong hasil tani ini, kami jadi lebih semangat mengolah kebun. Kami merasa dibantu dan dihargai. Kehadiran bapak TNI benar-benar membawa berkah bagi kami di sini, ” tuturnya, penuh haru.
Melalui Program Rosita, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menegaskan kembali esensi kemanunggalan TNI dengan rakyat. Peran mereka melampaui fungsi pertahanan, menjelma menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal dan menjaga keharmonisan di tanah Papua.
