PUNCAK - Di tengah bentangan alam pedalaman yang penuh tantangan, sebuah inisiatif luar biasa hadir di Kampung Ulipiah, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau pada Jumat (21/11/2025) menyalakan secercah harapan bagi anak-anak Papua melalui pembukaan "Kelas Pintar". Kegiatan yang digagas oleh personel Pos Wangbe ini menjadi oase pendidikan bagi mereka yang sebelumnya kesulitan mengakses pembelajaran dasar.
Dengan semangat "Sahabat Banau", para prajurit TNI dengan tulus membimbing anak-anak dalam merangkai huruf menjadi kata dan angka menjadi cerita. Suara riang dan tawa polos terdengar, memecah kesunyian pedalaman saat anak-anak kecil dengan antusias memegang pensil dan buku tulis yang dibagikan. Mereka duduk bersila di halaman pos, menyerap ilmu dengan wajah penuh binar.

Kapten Inf Gery, Komandan Pos Wangbe, menegaskan bahwa "Kelas Pintar" ini lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ini adalah manifestasi komitmen mendalam Satgas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan. "Kami melihat potensi besar pada anak-anak Papua. Melalui kegiatan tenaga pendidik ini, kami ingin mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak harus besar, tapi konsisten dan berdampak. Selama mereka mau belajar, kami akan terus mengajar, " ungkapnya.
Di bawah arahan Serda Arly, setiap pelajaran menjadi momen berharga. Setiap huruf dan angka yang berhasil dikenali anak-anak membawa kebanggaan tersendiri, bahkan bagi para orang tua yang menyaksikan dengan haru dari kejauhan.
"Kami senang sekali ada bapak-bapak TNI yang mau mengajar anak-anak kami. Banyak orang tua di sini juga tidak bisa baca tulis, jadi kami kesulitan membimbing mereka. Melihat anak-anak semangat belajar dan mulai mengenal huruf serta angka, hati kami sangat terbantu. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan, " ujar Hejaki, salah seorang warga, dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Hejaki menggambarkan betapa besar dampak "Kelas Pintar" ini bagi masyarakat Ulipiah, membuka pintu mimpi yang lebih luas bagi generasi penerus mereka.
Inisiatif Satgas Yonif 732/Banau ini membuktikan bahwa tugas menjaga kedaulatan bangsa berjalan seiring dengan merawat masa depan generasi Papua. Melalui alat sederhana seperti buku, pensil, dan papan tulis darurat, para prajurit telah berhasil membangkitkan kembali semangat belajar yang sempat meredup.
"Kelas Pintar" di Kampung Ulipiah menjadi simbol kuat bahwa pendidikan dapat menjangkau setiap sudut negeri, bahkan di lokasi terpencil sekalipun. Satgas Yonif 732/Banau bertekad untuk melanjutkan perjuangan ini, memastikan lebih banyak anak Papua dapat merasakan hak mereka atas pendidikan dasar yang layak dan berkualitas.
(jurnalis)

Ibrahim