Meja Makan Gereja Jadi Saksi Kemanunggalan TNI-Rakyat di Wano Barat

    Meja Makan Gereja Jadi Saksi Kemanunggalan TNI-Rakyat di Wano Barat

    LANNY JAYA - Di tengah keheningan pedalaman Papua Pegunungan, sebuah momen sederhana namun sarat makna tercipta di Gereja Abua, Kampung Nabei, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya. Senin (29/12/2025), prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume memenuhi undangan makan bersama warga, sebuah gestur yang tak hanya mengisi perut tetapi juga hati, mengukuhkan ikatan sosial di tanah yang damai.

    Suasana kekeluargaan begitu kental terasa saat para prajurit dan warga duduk bersila, berbagi hidangan layaknya sebuah keluarga besar. Kegiatan ini lebih dari sekadar ritual sosial; ia menjadi panggung dialog, ruang untuk saling memahami, menghormati, dan mengekspresikan penerimaan tulus atas kehadiran TNI di tengah kehidupan mereka.

    Kapten Inf Nur Ikhsan, Komandan Pos Andugume, mengungkapkan rasa kehormatan yang mendalam atas undangan tersebut. Ia melihatnya sebagai bukti nyata dari hubungan harmonis yang telah terjalin.

    “Kami sangat menghargai sambutan masyarakat Wano Barat. Kebersamaan seperti ini memberi energi positif bagi prajurit dalam menjalankan tugas serta memperkuat persaudaraan antara TNI dan masyarakat, ” ujarnya.

    Pandangan senada turut disampaikan oleh Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. Beliau menekankan bahwa pendekatan humanis adalah kunci dalam menjaga stabilitas di wilayah penugasan.

    “Kegiatan sederhana seperti makan bersama memiliki makna strategis dalam membangun kepercayaan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial warga, ” tegasnya.

    Perwakilan Gereja Abua, Pendeta Herinus Talenggen, turut menyambut baik kehadiran Satgas yang dinilainya membawa rasa aman dan kedekatan emosional bagi jemaatnya.

    “Kami menganggap prajurit TNI sebagai keluarga. Mereka selalu hadir membantu dan menjaga kami. Makan bersama ini adalah ungkapan syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin, ” tuturnya.

    Dari meja makan gereja yang sederhana itu, terjalin ikatan persaudaraan yang kuat, cerminan kemanunggalan TNI dan rakyat di Wano Barat. Sebuah fondasi harapan untuk Papua yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

    (Wartamiliter)

    yonif408 satgassbh tnimanunggalrakyat wanobarat lannyjaya pendekatanhumanis
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 408: Borong Hasil Kebun Warga...

    Artikel Berikutnya

    TNI Didekati Hati Warga Papua, Jadi Sahabat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Banau Perkuat Harmoni Perbatasan Lewat Karya Bakti Gereja
    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Perkuat Ekonomi Warga Beoga
    Marinir Bawa Harapan Kesehatan ke Pedalaman Papua
    TNI Hadir di Papua: Pelayanan Sosial Satgas Yonif 500/Sikatan di Mamba
    Senyum Anak Engganengga Merebak Berkat Satgas Yonif 113/JS

    Ikuti Kami