PAINAI - Di tengah hamparan hijau Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Rabu (18/2/2026), prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile 2025 Gobang V Yonif 4 Marinir tak hanya menjaga keamanan, namun juga merajut asa kesejahteraan bagi petani lokal. Mereka hadir bukan sebagai pembeli biasa, melainkan sebagai garda terdepan yang memborong hasil bumi warga, dari kangkung, bayam, hingga cabai dan aneka sayuran khas Papua.
Langkah ini merupakan wujud nyata pembinaan teritorial yang digagas oleh TNI Angkatan Laut Korps Marinir. Lebih dari sekadar transaksi jual beli, kegiatan ini menjadi jembatan emosional antara prajurit dan masyarakat asli Papua, memberikan dampak langsung pada perekonomian keluarga petani yang bergantung pada hasil panen.
Kehadiran para prajurit yang bersemangat membeli hasil tani disambut hangat oleh warga. Mereka melihat adanya kepedulian yang tulus, sebuah dukungan konkret yang membantu kelancaran pemasaran hasil panen dan menjaga stabilitas ekonomi di wilayah pedalaman yang seringkali terabaikan.

Komandan Satgas Pamtas Mobile RI–PNG 2025 Gobang V Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen satuan ini untuk keberlanjutan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Memborong hasil tani ini adalah bagian dari upaya nyata mendukung kesejahteraan warga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal, ” kata Letkol Surya.
Beliau menambahkan bahwa program ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Papua memiliki potensi besar di sektor pertanian. Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan perbatasan, tetapi juga memastikan kehadiran negara dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” tegasnya.
Pembelian hasil tani oleh prajurit Korps Marinir ini telah menjadi agenda rutin Satgas. Diharapkan, inisiatif ini mampu menumbuhkan rasa aman, membangun kepercayaan, serta secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan RI–PNG, khususnya di tanah Papua Tengah yang kaya akan potensi alamnya. (Wartamiliter.com)
