PUNCAK - Di tengah selubung kabut Puncak Papua, Selasa pagi (2/12/2025), Pasar Tradisional Distrik Sinak bergema bukan oleh hiruk pikuk pasar biasa, melainkan oleh kehangatan interaksi prajurit Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Pos Sinak Modern. Mereka hadir bukan dengan senjata, melainkan dengan senyum dan niat tulus melalui program sosial bertajuk “Ksatrata” (Ksatria Borong Hasil Tani Rakyat).
Dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Septari Poza, para prajurit menjelajahi lapak-lapak para mama-mama Papua. Dengan sigap, mereka memborong seluruh hasil bumi yang ditawarkan—mulai dari sayuran segar yang masih berembun, umbi-umbian dari tanah Papua, hingga buah-buahan lokal yang menggoda selera. Inisiatif ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap para petani yang kehidupan sehari-harinya sangat bergantung pada hasil penjualan harian.
“Kami datang tidak sekadar menjaga keamanan. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Dengan memborong hasil tani, kami memberi dukungan langsung dan menghargai jerih payah mereka, ” ujar Letda Inf Septari Poza, menjelaskan esensi kehadiran mereka yang tak hanya soal tugas negara, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan dengan warga.
Program “Ksatrata” lebih dari sekadar kegiatan belanja. Ia menjelma menjadi simbol empati tulus para prajurit terhadap dinamika ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman. Menggunakan uang saku pribadi, para personel TNI memastikan setiap dagangan para petani terserap habis, memberikan kelegaan dan memastikan mereka tidak pulang dengan tangan hampa. Tarian senyum dari para mama-mama Papua menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI membawa makna yang jauh melampaui sekadar penjaga keamanan.
Menyikapi gerakan inspiratif ini, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto tak ketinggalan memberikan apresiasinya yang tinggi terhadap inisiatif spontan prajuritnya di lapangan.
“Gerakan memborong hasil tani adalah wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga ikut mendorong perputaran ekonomi di daerah terisolasi. Setiap rupiah yang dibelanjakan prajurit adalah investasi bagi harapan rakyat Papua, ” tegasnya.
Aksi sederhana namun sarat makna ini sekali lagi mengukuhkan peran TNI sebagai sahabat sejati rakyat. Hadir dengan hati yang tulus, mengulurkan tangan di tengah segala keterbatasan, dan memperkuat ikatan persaudaraan yang tak ternilai. Di antara dinginnya kabut Sinak, prajurit Ksatria Jaya berhasil menyalakan kehangatan dan secercah harapan bagi masyarakat pegunungan Papua.

Updates.