INTAN JAYA - Di tengah keheningan pagi Minggu, Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi saksi bisu terjalinnya ikatan spiritual yang hangat. Prajurit Satgas Yonif 712/Wiratama (WT) tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun merajut kebersamaan mendalam bersama jemaat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Bethesda, Minggu (18/1/2026).
Suasana khidmat menyelimuti gereja saat Pendeta Kornelius Kobogau memimpin ibadah. Kehadiran para personel Satgas Yonif 712/WT yang duduk berdampingan dengan jemaat setempat, disambut penuh sukacita. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan cerminan eratnya hubungan kekeluargaan dan kepercayaan yang telah tertanam antara aparat keamanan dan masyarakat pedalaman Papua.
Lettu Caj Yoshua Pardede, Perwira Pembinaan Mental Satgas Yonif 712/WT, menekankan makna mendalam di balik partisipasi prajuritnya. Baginya, ibadah bersama ini adalah manifestasi upaya menjaga harmoni dan sentuhan humanis di wilayah tugas.
“Ibadah Minggu bersama ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit Satgas dan jemaat gereja. Kami ingin kehadiran TNI tidak hanya dirasakan dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, ” ujar Lettu Yoshua.
Pendeta Kornelius Kobogau, dalam khotbahnya, menggemakan pesan persatuan dan kasih. Ia menyampaikan betapa pentingnya menjaga kedamaian, saling mengasihi, dan memperkuat persaudaraan sebagai elemen bangsa yang tak terpisahkan. Kehadiran prajurit TNI, menurutnya, memberikan rasa aman dan keteduhan yang begitu berarti bagi jemaat.
“Ibadah ini bukan sekadar rutinitas Minggu, tetapi menjadi bukti bahwa kasih adalah bahasa yang dimengerti semua orang. Kehadiran bapak-bapak TNI hari ini kami rasakan sebagai bagian dari keluarga kami, ” tutur Pendeta Kornelius dengan penuh rasa haru.
Gema pujian jemaat mengisi setiap sudut gereja, menciptakan atmosfer kekhusyukan yang mendalam. Duduknya para prajurit dan warga bersisian bukan sekadar gambaran, melainkan simbol kokohnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Perbedaan luruh, tenggelam dalam semangat persaudaraan dan keyakinan yang sama.
Usai ibadah, jabat tangan dan pelukan hangat mengakhiri momen kebersamaan itu. Kehangatan yang terasa di halaman Gereja GKII Bethesda adalah bukti nyata bahwa kedamaian di tanah Papua terus bersemi, lahir dari kekuatan persatuan, doa, dan kehadiran yang saling menguatkan. (Wartamiliter)
