LANNY JAYA - Di tengah hamparan hijau Lanny Jaya yang diselimuti mendung, tepatnya di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (11/2/2026), sebuah momen hangat tercipta. Prajurit Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume tak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga merajut tali persaudaraan melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos). Langkah kaki mereka yang basah oleh embun pagi menyusuri kampung, membawa senyum dan sapaan hangat bagi setiap warga yang ditemui.
Interaksi yang terjalin bukan sekadar basa-basi, melainkan dialog tulus yang meruntuhkan sekat. Dari para tetua yang bijak hingga riuhnya tawa anak-anak yang berlarian, setiap pertemuan menjadi bukti nyata upaya Satgas untuk hadir di hati masyarakat. Kehangatan itu terasa begitu nyata ketika para prajurit duduk bersama warga di depan honai, berbagi cerita ringan, menciptakan suasana kekeluargaan yang mendalam. Anak-anak, dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu, tampak tak lepas dari kehadiran para tentara, sebuah gambaran jelas tumbuhnya rasa aman dan kepercayaan.
Kehadiran Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume di tanah Papua Pegunungan ini lebih dari sekadar penjaga stabilitas. Mereka adalah pembawa ketenangan dan secercah harapan di pelosok negeri. Komandan Pos TK Andugume, Kapten Inf Nur Ikhsan, dengan tegas menyampaikan esensi kegiatan ini.
"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI adalah bagian dari mereka. Melalui komunikasi dan kebersamaan, kami berupaya menumbuhkan rasa aman, damai, dan persaudaraan, " kata Kapten Inf Nur Ikhsan.
Ucapan syukur tak henti mengalir dari bibir warga Kampung Andugume. Salah seorang warga mengungkapkan betapa kehadiran prajurit membawa perubahan positif.
"Bapak TNI sering datang melihat kami. Anak-anak senang dan kami merasa aman, " tuturnya.
Melalui program komsos yang dijalankan secara konsisten, Satgas Yonif 408/Sbh TK Andugume menunjukkan komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga harmoni, mempererat persatuan, dan menyalakan api harapan di tengah segala keterbatasan wilayah penugasan mereka. Momen hangat di honai itu menjadi pengingat bahwa persaudaraan sejati tak mengenal batas geografis maupun tantangan alam.

Riansyah