NDUGA - Di tengah hamparan alam Papua Pegunungan yang memukau, prajurit Satgas Yonif 300/Brajawijaya membuktikan bahwa pengabdian mereka melampaui tugas pertahanan. Pada Rabu (11/2/2026), kehadiran mereka di Mumugu, Kabupaten Nduga, membawa kehangatan kemanusiaan melalui kegiatan anjangsana yang menyentuh hati, puncaknya dengan pemberian Alkitab kepada masyarakat.
Kegiatan yang merupakan bagian integral dari pembinaan teritorial ini, menjadi jembatan spiritual dan sosial yang kokoh antara TNI dengan warga di pedalaman. Dalam suasana yang akrab dan penuh rasa kekeluargaan, sebuah Alkitab diserahkan kepada Pendeta Siprianus Koten, diperuntukkan bagi jemaat Gereja Santo Damian. Bukan sekadar bantuan materi, momen ini sarat makna sebagai dukungan moral dan spiritual yang berharga.
Komandan Satgas Yonif 300/Brajawijaya, Letkol Inf Joko Nugroho, S.T., M.Han., tak lupa menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada personel di TK Batas Batu. Beliau menggarisbawahi keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas teritorial dengan pendekatan humanis yang menyentuh.
"Ini merupakan wujud nyata pembinaan teritorial yang menyentuh langsung hati masyarakat. Saya mengapresiasi anggota yang terus menjadi pelopor dalam membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya, dengan tetap menjaga kewaspadaan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, " ujar Letkol Inf Joko Nugroho.
Sambutan hangat dari tokoh gereja dan masyarakat menjadi bukti nyata betapa kehadiran para prajurit disambut dengan sukacita dan rasa percaya. Pendeta Siprianus Koten mengungkapkan rasa terima kasihnya yang tulus atas perhatian yang diberikan TNI kepada jemaatnya.
"Kami merasa diperhatikan dan didukung, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kehidupan iman. Kehadiran TNI membawa kedamaian dan harapan bagi jemaat kami, " tuturnya.
Melalui perpaduan kegiatan kemanusiaan dan pendekatan persuasif yang tulus, Satgas Yonif 300/Brajawijaya terus berupaya memelihara stabilitas keamanan sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat Papua. Pengabdian prajurit di wilayah penugasan ini menegaskan komitmen mereka, yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga pada kepedulian sosial dan spiritual yang mendalam bagi seluruh warga.
