Gotong Royong Satgas Yonif 113/JS dan Warga Maya: Dari Sampah Menuju Kepercayaan

    Gotong Royong Satgas Yonif 113/JS dan Warga Maya: Dari Sampah Menuju Kepercayaan
    Foto: Personel Satuan Tugas (Satgas) Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) bersama warga Kampung Ngagemba dan Ogeapa, mereka bergotongroyong bahu-membahu menyulap Titik Kuat (TK)/Pos Maya di Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi lebih asri pada Kamis (27/11/2025).

    INTAN JAYA - Di tengah riuhnya kebutuhan akan keamanan, sebuah kisah kebersamaan justru bersemi dari kesederhanaan. Personel Satuan Tugas (Satgas) Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) tak hanya hadir dengan senjata, namun juga dengan tangan yang siap membersihkan. Bersama warga Kampung Ngagemba dan Ogeapa, mereka bahu-membahu menyulap Titik Kuat (TK)/Pos Maya di Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi lebih asri pada Kamis (27/11/2025). Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan fondasi kepercayaan yang dibangun dari tanah yang sama.

    Aktivitas dimulai sejak pagi buta, sekitar pukul 08.30 WIT. Puluhan warga, berbekal parang, sapu lidi, karung angkut, hingga sekop rakitan, berbaur dengan para prajurit. Halaman pos, parit drainase yang seringkali tersumbat, area honai pertemuan, hingga jalur setapak yang tertutup dedaunan dan sisa pembakaran kayu, semuanya disapu bersih. Ada semangat yang terasa berbeda, bukan perintah, melainkan ajakan.

    "Pos Maya ini berdiri untuk keamanan, tapi ia bertahan karena kepercayaan warga. Hari ini bukan kami yang mulai, justru masyarakat yang datang duluan. Itu sinyal bahwa mereka bukan objek, tapi subjek pembangunan wilayahnya sendiri, " ujar Komandan TK/Pos Maya, Kapten Inf Farid Makruf, dengan nada penuh makna.

    Bagi tokoh gereja Ngagemba, Yusuf Wamone (52), kegiatan ini adalah sebuah terobosan. Ia melihatnya bukan hanya sebagai pembersihan fisik, melainkan pembersihan hati.

    "Kalau TNI datang hanya bawa senjata, warga mungkin hanya menonton. Tapi ketika mereka bawa tenaga dan bicara hati, kami bicara kebersamaan. Gotong royong hari ini adalah doa yang berjalan. Kami sedang bersihkan halaman pos, tapi sebenarnya sedang bersihkan salah paham yang selama ini tertimbun, " ungkap Yusuf.

    Ia menambahkan, di wilayah pedalaman seperti Intan Jaya, keterbatasan akses air bersih dan fasilitas kesehatan menjadikan kegiatan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial. Potensi penyakit seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pernapasan dapat diminimalisir melalui upaya kolektif ini.

    Kepala Distrik Sugapa, Simon Pogau, yang dihubungi terpisah, mengapresiasi pendekatan teritorial yang ditunjukkan Satgas Yonif 113/JS. Ia menilai program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan harian masyarakat pedalaman dan menunjukkan sisi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang adaptif.

    "Pendekatan teritorial harus adaptif. Di Intan Jaya, menjaga wilayah berarti menjaga kebersihan, cahaya, dan kesehatan. Kegiatan seperti di Pos Maya menjadi contoh bahwa keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan, " jelasnya.

    Satgas Yonif 113/JS berkomitmen untuk menjadikan agenda bersih kampung ini sebagai rutinitas. Rencana tindak lanjut mencakup pendampingan sanitasi berkelanjutan, kampanye cuci tangan, hingga pengelolaan sampah organik menjadi pupuk.

    "Relasi yang kuat tidak lahir dari seremoni, tapi repetisi tindakan. Hari ini kami dan warga berbagi keringat. Besok kami ingin berbagi dampak, " pungkas Kapten Farid, menegaskan visi jangka panjang program.

    (Wartamiliter)

    yonif113js pamtasripng sahabatjayasakti posmayabersih gotongroyongpapua intanjaya
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Roti untuk Senyum Anak Papua: Satgas Yonif...

    Artikel Berikutnya

    Jelang HUT ke-21, Yonif 756/WMS laksanakan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami