LANNY JAYA - Di tengah keasrian perbukitan Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Jumat (13/2/2026) menjadi saksi bisu terjalinnya ikatan emosional yang mendalam. Prajurit Satgas Yonif 408/SBH tak hanya hadir sebagai garda terdepan penjaga keamanan, namun menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat pedalaman. Bersama warga, mereka turut merasakan suka duka bertani, menabur benih harapan di ladang yang hijau.
Aktivitas bercengkerama di ladang yang subur itu terasa begitu natural. Para prajurit dengan sigap membantu membersihkan lahan, berbagi senyum dan tawa dengan mama-mama Papua yang berjuang menghidupi keluarga. Percakapan mengalir, kisah tentang hasil panen yang melimpah, hingga asa mereka untuk masa depan kampung halaman menjadi bumbu penyedap kebersamaan. Momen sederhana inilah yang merefleksikan sebuah pendekatan komunikasi sosial yang penuh sentuhan hati, merajut rasa aman sekaligus memperkokoh tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat.
“Kami ingin keberadaan kami benar-benar dirasakan oleh warga. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, ” tegas Danpos Andugume, Kapten Inf Nur Ikhsan.
Ungkapan rasa syukur terdengar dari salah satu mama Papua yang ditemui di sela-sela kesibukannya di kebun. “Bapak-bapak TNI sering datang ke kebun, bantu kami dan ajak bicara. Kami merasa tidak sendiri. Mereka sudah seperti keluarga, ” tuturnya dengan senyuman tulus yang merekah.
Melalui setiap langkah kebersamaan di “ladang harapan” Andugume, Satgas Yonif 408/SBH terus menanamkan nilai persaudaraan yang tak ternilai. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kedamaian, membangun kepercayaan masyarakat, dan pada akhirnya mewujudkan situasi yang aman serta harmonis di tanah Papua Pegunungan.

Updates.