Keerom — Komitmen kolektif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman padi pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan di Dusun Embot, Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Sabtu (11/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 1701-23/Skanto, Koptu Dian Agus dan Koptu Agunawan, turut mendampingi Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Daud, M.Si., dalam penanaman padi gogo varietas Sintanur di atas lahan seluas dua hektare milik petani Dwi Trianto Wahyu Putro.
Keterlibatan Babinsa mencerminkan peran aktif TNI AD dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor pertanian, sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Floriana Kabelen, S.Si., M.Si. selaku Katimker Kabupaten Keerom, Kepala BPP Skanto Agus Junaidi, S.P., pemilik lahan, serta anggota kelompok tani Dusun Embot.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Keerom menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat yang merupakan bagian dari agenda prioritas nasional.
“Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan para petani agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal, ” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya berimplikasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berperan signifikan dalam mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Keerom.
Sementara itu, Koptu Dian Agus menegaskan komitmen Babinsa dalam mendukung penuh program tersebut.
“Kami, Babinsa Koramil 1701-23/Skanto, berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung program Cetak Sawah Rakyat sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan swasembada pangan nasional. Kehadiran kami tidak hanya sebatas pendampingan teknis, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai gotong royong tetap terpelihara, " ungkapnya.
Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan kelompok tani dapat terus terjaga, sehingga seluruh potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, pemilik lahan, Dwi Trianto Wahyu Putro, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan penanaman padi di lahannya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati, Babinsa, tim penyuluh, tim kerja CSR, serta kelompok tani Dusun Embot atas dukungan dan kebersamaan dalam kegiatan ini. Kami siap melanjutkan penanaman secara bertahap pada sisa lahan seluas delapan hektare sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program swasembada pangan, ” tuturnya.
Melalui pendampingan Babinsa dan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan, program Cetak Sawah Rakyat di Distrik Skanto diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian berbasis kolaborasi yang adaptif dan produktif, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan Papua. (Redaksi Papua)
