Keerom – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional terus diwujudkan secara nyata oleh jajaran Kodim 1701/Jayapura. Salah satunya ditunjukkan oleh Koramil 1701-23/Skanto yang berhasil panen Jagung Perkasa di lahan percontohan milik Koramil seluas 0, 5 hektare, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Danramil 1701-23/Skanto, Peltu Djulianto, bersama anggota Koramil. Lahan yang sebelumnya tergolong lahan tidur atau tidak produktif tersebut kini berhasil dioptimalkan menjadi lahan pertanian yang menghasilkan, sebagai wujud nyata kontribusi TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen Jagung Perkasa ini merupakan hasil dari proses panjang pengolahan lahan, penanaman, perawatan, serta pemupukan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan selama kurang lebih 105 hari. Berkat kedisiplinan dan kerja keras seluruh personel, tanaman jagung tumbuh subur dengan kualitas yang baik serta hasil panen yang memuaskan.
Dalam keterangannya, Peltu Djulianto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaan Koramil 1701-23/Skanto.
“Kami ingin membuktikan bahwa lahan tidur atau lahan bongkor, apabila dikelola dengan baik dan serius, dapat menjadi lahan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, keberhasilan ini dapat memotivasi masyarakat dan petani agar lebih bersemangat mengelola lahan pertanian mereka, ” tegasnya.
Ia menambahkan, Koramil 1701-23/Skanto akan terus berperan aktif mendorong serta mendampingi masyarakat dalam kegiatan pertanian. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari tugas Babinsa di wilayah binaan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui keberhasilan panen Jagung Perkasa ini, Koramil 1701-23/Skanto menegaskan peran strategis TNI Angkatan Darat sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menggerakkan sektor pertanian. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi motor penggerak terwujudnya ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Keerom. (Redaksi Papua)

Updates.