Sentani – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Papua terus digencarkan melalui langkah konkret di sektor pertanian. Komandan Koramil (Danramil) 1701-14/Kemtuk Gresi, Kapten Inf Agustinus Yaru, S.Th., bersama Babinsa, turut mendampingi Gubernur Papua dalam kegiatan penanaman padi perdana program Cetak Sawah Rakyat (CSR), Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan swasembada pangan di wilayah timur Indonesia. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan 43 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn) Mathius D. Fakhiri, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, unsur TNI-Polri, para kepala distrik, tokoh masyarakat, serta kelompok tani setempat.
Penanaman padi perdana dilakukan menggunakan varietas Situbondo 02 Agritan di atas lahan seluas 3 hektare. Program ini merupakan bagian dari target Cetak Sawah Rakyat Kabupaten Jayapura tahun 2025 seluas 50 hektare. Hingga saat ini, progres pembukaan lahan telah mencapai sekitar 32 hektare, dengan 9 hektare di antaranya telah berkembang menjadi sawah produktif.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem distribusi guna mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, ” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas dukungan nyata dalam pengembangan sektor pertanian di Papua. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Lebih lanjut disampaikan, pembangunan di Papua tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup sektor perkebunan, peternakan, hingga pendidikan sebagai bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan secara bertahap.
Di tempat yang sama, Danramil 1701-14/Kemtuk Gresi Kapten Inf Agustinus Yaru menegaskan bahwa keterlibatan TNI AD melalui Babinsa merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir untuk memastikan program Cetak Sawah Rakyat ini berjalan optimal, mulai dari pembukaan lahan hingga penanaman. Babinsa akan terus mendampingi petani agar hasil yang dicapai maksimal dan berkelanjutan, ” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian petani serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami juga siap membantu mengatasi kendala di lapangan serta memastikan keamanan dan kelancaran program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, ” pungkasnya. (Redaksi Papua)

Updates.