INTAN JAYA - Di tengah keheningan Kampung Kendetapa yang terpencil di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (8/2/2026), hadir secercah harapan baru. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti tak hanya menjaga perbatasan, namun juga mengulurkan tangan untuk kesehatan masyarakatnya. Sebuah pos kesehatan darurat didirikan di Pos Kendetapa, menjadi saksi bisu kepedulian tulus para prajurit.
Ratusan warga Kendetapa, dengan beragam keluhan kesehatan yang selama ini sulit terjangkau, kini berbondong-bondong mendatangi pos tersebut. Mulai dari pemeriksaan dasar, pengobatan penyakit umum, hingga konsultasi medis mendalam, semuanya diberikan tanpa dipungut biaya. Ini adalah wujud nyata TNI dalam menjembatani kesenjangan akses kesehatan di wilayah pedalaman yang penuh tantangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Kendetapa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga kesehatan warga semakin baik, ” ujar Elisa Selegani, tokoh gereja setempat yang telah menginjak usia 50 tahun. Ia menambahkan, kehadiran Satgas lebih dari sekadar layanan medis.
“Kami siap mendukung setiap kegiatan TNI demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga hubungan yang harmonis, ” tambahnya, menyoroti bagaimana kehadiran prajurit juga merajut benang persaudaraan yang lebih kuat.
Kapten Inf Sugeng Jamianto, Komandan Pos Kendetapa, menegaskan bahwa pelayanan ini adalah refleksi dari komitmen TNI.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir untuk masyarakat, khususnya di daerah pedalaman, dengan memberikan bantuan nyata termasuk pelayanan kesehatan, ” tegasnya.
Program kemanusiaan yang berkelanjutan ini bukan sekadar memberikan obat, melainkan menanamkan benih kesehatan yang lebih baik bagi warga Kendetapa. Lebih dari itu, setiap interaksi dalam pelayanan ini memperkuat ikatan tak terpisahkan antara TNI dan rakyat, sebuah kemanunggalan yang menjadi denyut nadi di tanah Papua Tengah.
