INTAN JAYA - Di tengah keterbatasan akses kesehatan yang kerap melanda wilayah pedalaman, personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti secara gigih memastikan warga Kampung Bilai, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, tak pernah terputus dari sentuhan layanan medis. Melalui Pos Bilai, setiap warga mendapatkan perhatian kesehatan tanpa memandang waktu, sebuah bukti nyata kepedulian prajurit di garis terdepan.
Sejak Sabtu (3/1/2026), Pos Bilai telah menjadi garda terdepan dalam menyediakan pemeriksaan kondisi umum, penanganan medis ringan, hingga distribusi obat-obatan gratis. Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas minimnya fasilitas kesehatan di daerah terpencil, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau layanan medis.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama kehidupan. Kami hadir untuk membantu warga mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tanpa memandang waktu dan kondisi. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat, ” ujar Kapten Inf Rustamiadi, Komandan TK atau Danpos Bilai, menekankan tanggung jawab moral prajurit dalam menjaga kesejahteraan warga.
Dampak positif dari kehadiran layanan kesehatan ini langsung dirasakan oleh masyarakat Kampung Bilai. Kemudahan akses pengobatan secara signifikan mengurangi beban masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan perawatan medis.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran bapak-bapak TNI membuat kami merasa dirawat dan diperhatikan. Layanan kesehatan ini sangat membantu kami di kampung, ” ungkap Tom Tipagau (55), salah seorang tokoh masyarakat Kampung Bilai, sembari menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang tak ternilai dari Satgas.
Melalui pendekatan yang konsisten dan penuh empati, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti tidak hanya menjalankan misi pengamanan wilayah, namun juga menorehkan manfaat kemanusiaan yang mendalam. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mempererat tali kemanunggalan antara TNI dan rakyat di jantung pedalaman Papua Tengah.
