LANNY JAYA - Di tengah keheningan Kampung Luarem, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (3/1/2025), sebuah momen kemanusiaan terjadi. Prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) yang tengah menjalankan patroli keamanan, mendapati seorang warga yang terbaring lemah akibat gangguan kesehatan. Tanpa ragu, naluri kepedulian dan profesionalisme mereka langsung mengambil alih.
Melihat kondisi yang membutuhkan penanganan segera, tim patroli dengan sigap menghentikan langkah mereka. Peralatan medis lapangan segera dikeluarkan, dan seorang prajurit dengan cekatan mulai memeriksa kondisi pasien. Luka yang dialami dibersihkan dengan hati-hati, dan obat-obatan diberikan sesuai keluhan, menunjukkan keahlian medis yang terlatih dan sentuhan empati yang mendalam.
Suasana yang tadinya tegang perlahan berubah menjadi kehangatan. Para prajurit berlutut sejajar dengan warga, sementara anggota keluarga yang menyaksikan proses pertolongan tampak lega dan penuh harap. Kehadiran mereka bukan sekadar memberikan bantuan medis, melainkan juga menorehkan rasa aman dan kepercayaan di tengah kehidupan masyarakat yang jauh dari akses layanan kesehatan memadai.
Kapten Inf Soleh Arifin, Komandan Pos Kuyawage, menegaskan bahwa tindakan cepat ini adalah cerminan dari tanggung jawab moral yang diemban setiap prajurit di tanah Papua.
“Kami hadir di Kuyawage bukan semata menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi saudara bagi masyarakat. Setiap prajurit memiliki kewajiban untuk membantu warga yang membutuhkan, terlebih dalam kondisi darurat kesehatan, ” kata Kapten Soleh Arifin.
Lebih lanjut, Kapten Soleh Arifin menambahkan komitmen Satgas Yonif 408/Sbh untuk selalu menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak ragu mendatangi pos atau menyampaikan keluhan kapan pun. Satgas akan selalu siap membantu, baik dalam bidang keamanan, kesehatan, maupun kemanusiaan, ” tegasnya.
Seorang warga yang menerima pertolongan tak kuasa menahan haru, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
“Kami sangat bersyukur. Bapak-bapak TNI datang, melihat kondisi kami, dan langsung membantu. Di sini jauh dari dokter, jadi kehadiran TNI sangat berarti. Kami anggap bapak TNI sebagai keluarga, ” tuturnya dengan suara bergetar.
Doa dan harapan tulus juga mengalir dari warga lain, memohon keselamatan bagi para prajurit yang bertugas.
“Semoga Tuhan menjaga bapak-bapak TNI. Terima kasih sudah peduli dan tidak meninggalkan kami, ” ucap warga dengan penuh harap.
Melalui aksi nyata ini, Satgas Yonif 408/Sbh sekali lagi membuktikan dedikasinya dalam mempererat tali silaturahmi antara TNI dan rakyat. Pendekatan humanis yang mereka tunjukkan menjadi pondasi kokoh dalam membangun stabilitas, memupuk persaudaraan, dan menghadirkan rasa aman di setiap sudut pelosok Papua Pegunungan. (Wartamiliter)
