Satgas 408 Sulap Jalan Lumpur Jadi Akses Vital Andugume

    Satgas 408 Sulap Jalan Lumpur Jadi Akses Vital Andugume

    LANNY JAYA - Di tengah kabut pagi yang menyelimuti Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, suara cangkul beradu dengan semangat perjuangan. Pada Kamis (27/11/2025), Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 408/Sbh meluncurkan karya bakti perbaikan jalan di Kampung Andugume, sebuah bukti nyata bahwa operasi penjagaan perbatasan melampaui sekadar keamanan, merambah hingga ke denyut nadi kehidupan warga.

    Hujan yang tak kunjung reda selama berhari-hari telah mengubah sebagian jalan sepanjang kurang lebih 1, 2 kilometer menjadi medan berlumpur yang berbahaya. Kontur tanah pegunungan yang labil semakin memperparah kondisi, menciptakan lubang menganga dan kubangan licin yang mengancam keselamatan para penggunanya, terutama anak-anak yang berjuang menuntut ilmu dan para petani yang membawa hasil bumi.

    "Selama ini anak-anak sering terpeleset saat ke sekolah. Kalau mama-mama lewat sambil pikul noken berisi hasil kebun, harus memutar jauh. Ini jalan hidup kami, " ungkap Eldadus Wenda (46), Ketua Adat Suku Andugume, dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi kerja bakti.

    Kegiatan perbaikan ini dipimpin langsung oleh Kapten Inf Nur Ikhsan, Komandan Pos (Danpos) Andugume, didampingi 15 prajurit dan puluhan warga setempat. Bersama-sama, mereka bahu-membahu menimbun lubang-lubang menganga, memperkuat bahu jalan yang rapuh, merapikan rumput liar yang tumbuh liar, dan membuat drainase darurat untuk mengalihkan arus air hujan agar tak lagi menggerogoti badan jalan.

    "Jalan adalah medan juang kedua kami di sini. Tanpa akses, warga terisolasi. Kami memilih kerja bareng warga karena persatuan lah yang kuatkan perbatasan, " tegas Kapten Inf Nur Ikhsan, menunjukkan komitmen Satgas yang tak hanya menjaga, tapi juga membangun.

    Dampak perbaikan jalan ini terasa hingga ke aspek kesehatan. Serda Arman Bintang (31), Tenaga Kesehatan Pos, menjelaskan betapa krusialnya akses jalan yang baik bagi warga.

    "Saat warga sakit, evakuasi menuju puskesmas bisa tertunda 2–3 jam. Kondisi jalan yang baik memangkas risiko keterlambatan penanganan medis, " jelas Serda Arman, menyoroti sisi kemanusiaan dari karya bakti ini.

    Bagi warga, perbaikan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah wujud nyata kepedulian yang menyentuh langsung aktivitas keseharian mereka. Ingalince Kogoya (38), seorang mama petani yang juga Kader Posyandu kampung, mengungkapkan perasaannya.

    "Kami merasa dilihat. Jalan diperbaiki, hati kami juga diperhatikan. Sekarang anak bisa jalan lebih cepat, panen bisa lewat jalur yang sama, " ujarnya dengan senyum lega.

    Ucapan syukur yang tulus juga datang dari Elipat Talenggen (41), perwakilan keluarga petani yang merasakan langsung manfaat perbaikan jalan.

    "Atas nama masyarakat Andugume, kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas 408. Kehadiran dan keringat prajurit di jalan ini sangat berarti bagi masa depan kami, " tuturnya penuh haru.

    Kepala Distrik Wano Barat, Yustinus Mabele (50), mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang diusung oleh Satgas.

    "TNI hadir membawa solusi nyata, dilaksanakan dengan koordinasi lintas tokoh adat, gereja, dan aparat kampung. Ini memperkuat trust antara negara dan warga di pedalaman, " kata Yustinus, menekankan pentingnya sinergi dalam membangun daerah terpencil.

    Karya bakti ini berlangsung dalam suasana yang aman dan terkoordinasi dengan baik. Pihak Satgas menyatakan bahwa program serupa akan terus digalakkan di kampung-kampung lain yang berada di sekitar pos mereka, demi mewujudkan Papua yang lebih terhubung dan sejahtera.

    (Wartamiliter)

    satgas408sbh tnihadiruntukpapua jalanhidupandugume karyabaktipedalaman papuapegununganbangkit perbatasankuatrakyatsehat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Dapur Prajurit Hangatkan Belajar Anak Nduga...

    Artikel Berikutnya

    Prajurit Masariku Perangi Stunting di Papua:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami