PUNCAK - Di tengah bentangan alam Beoga, Kabupaten Puncak yang memukau di Papua Tengah, sebuah inisiatif penuh makna mulai menggema. Prajurit TNI dari Pos Jampul Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak hanya menjaga kedaulatan negeri, namun juga menabur benih pengetahuan melalui program "Papua Melek". Senin (22/12/2025) menjadi saksi bisu keceriaan anak-anak Kampung Jampul saat mereka dengan penuh semangat menyambut pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan oleh para tentara.
Suasana akrab mewarnai setiap sesi belajar, dipimpin langsung oleh Serda Rivai bersama rekan-rekannya di Pos Jampul. Tawa riang anak-anak terdengar saat mereka diajak mengenal huruf, angka, hingga kosa kata dasar Bahasa Indonesia melalui metode yang paling disukai: bernyanyi dan bercerita. Pendekatan yang terasa seperti permainan ini tak hanya membuat mereka tak jenuh, tetapi juga perlahan menumbuhkan rasa percaya diri untuk bersuara dalam bahasa persatuan.

Kehadiran prajurit di lingkungan pendidikan ini membuktikan bahwa peran TNI lebih luas dari sekadar menjaga keamanan. Letda Inf Djemmy, Komandan Pos Jampul, menjelaskan lebih dalam mengenai filosofi di balik program "Papua Melek".
"Program Papua Melek adalah investasi jangka panjang. Anak-anak yang cerdas dan menguasai Bahasa Indonesia akan menjadi aset berharga bagi kemajuan Papua dan Indonesia. Kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini berkelanjutan, " kata Letda Djemmy, penuh keyakinan.
Ia menambahkan, "Kehadiran kami di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga stabilitas wilayah, namun juga untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan sosial. Ini adalah wujud konkret dari kehadiran negara yang peduli."
Dukungan dan apresiasi tulus datang dari masyarakat setempat. Talapu, salah seorang warga Kampung Jampul, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
"Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Jampul. Anak-anak sekarang jadi lebih semangat belajar. Selama ini kami kesulitan mengajarkan Bahasa Indonesia dengan benar. Kehadiran bapak-bapak tentara memberi harapan agar anak-anak kami bisa lebih pintar, " ujarnya, dengan senyum merekah.
Melalui "Papua Melek", Satgas Pamtas Yonif 732/Banau berharap dapat menjadi bagian dari proses mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya cerdas dan berani, tetapi juga memiliki bekal kemampuan berbahasa untuk masa depan yang lebih baik. Lebih dari itu, program ini adalah jembatan yang memperkuat ikatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat di garis depan negeri.

Updates.