Marinir Yonif 10 SBY Perkokoh Toleransi Lewat Ibadah Bersama di Perbatasan

    Marinir Yonif 10 SBY Perkokoh Toleransi Lewat Ibadah Bersama di Perbatasan
    Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY merajut tali silaturahmi melalui ibadah bersama dengan jemaat Gereja Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pada Minggu (18/1/2026).

    MAYBRAT - Di tengah bentangan alam perbatasan Indonesia-Papua Nugini, sebuah momen kebersamaan dan penghormatan antarumat bergema dari Gereja Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pada Minggu (18/1/2026), personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga merajut tali silaturahmi melalui ibadah bersama dengan jemaat setempat. Kehadiran mereka disambut hangat, menjadi penanda eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah yang seringkali diidentikkan dengan tantangan geografis dan sosial.

    Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini adalah cerminan nyata dari upaya Satgas Pamtas Yonif 10 Marinir/SBY dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah strategi pembinaan teritorial yang menyentuh hati, sebagaimana ditegaskan oleh Komandan Satgas, Letkol Marinir Aris Moko.

    “Ibadah bersama ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana membangun komunikasi, menumbuhkan rasa saling percaya, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan, ” ujar Letkol Marinir Aris Moko.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan keagamaan memegang peranan krusial dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkesinambungan. Bagi masyarakat di Gereja Kisor, kehadiran para prajurit Marinir memberikan dimensi baru dalam merasakan kehadiran negara.

    “Kami merasa senang dan terhormat bisa beribadah bersama bapak-bapak Marinir. Kehadiran mereka memberi rasa aman dan menunjukkan bahwa TNI benar-benar hadir bersama rakyat, ” ungkap salah satu jemaat dengan penuh syukur usai ibadah.

    Momen ibadah bersama ini tak hanya meningkatkan aspek spiritual, tetapi juga menjadi perekat kuat untuk kebersamaan dan toleransi, menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Maybrat. Satgas Pamtas Yonif 10 Marinir/SBY membuktikan bahwa tugas mereka melampaui sekadar menjaga garis batas negara; mereka juga hadir untuk memberikan manfaat sosial dan spiritual yang menyentuh kehidupan masyarakat perbatasan. (Wartamiliter)

    marinirbersamarakyat satgasyonif10sby ibadahbersama tnihumanis papuabaratdaya maybrat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Warga dan Babinsa Sentani Kompak Kerja Bakti...

    Artikel Berikutnya

    Jaya Sakti Bangun Kepercayaan Warga Kendetapa...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Yonif 500/Sikatan Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Pedalaman Intan Jaya
    Satgas Banau Jalin Kedekatan Spiritual di Jampul, Beoga
    Sahabat Banau: TNI dan Warga Julukoma Bersatu dalam Kebersamaan Spiritual
    Satgas Banau dan Warga Beoga Bersatu dalam Ibadah Minggu
    Marinir Hadir di Pedalaman Yahukimo, Layanan Kesehatan untuk Warga

    Ikuti Kami