MAYBRAT - Di tengah bentangan alam perbatasan Papua Barat Daya, prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak hanya menjaga kedaulatan negeri, namun juga merajut asa bagi generasi penerus. Kamis (19/2/2026) lalu, kicauan tawa riang anak-anak Kampung Imsun, Kabupaten Maybrat, menjadi saksi bisu kepedulian mendalam yang mereka tunjukkan.
Buku-buku berwarna-warni dan set alat tulis yang diserahkan menjadi lentera kecil di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan sebuah investasi emosional yang diharapkan mampu menyulut api semangat belajar, membuka cakrawala impian, dan menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di ujung negeri.
Upaya ini merupakan bagian integral dari program pembinaan teritorial Satgas, yang menempatkan pendidikan sebagai garda terdepan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil. Kehadiran para prajurit Marinir di sana bukan hanya menyuarakan tugas pengamanan, tetapi juga bisikan harapan untuk keadilan akses pendidikan.

Komandan Satgas, Letkol Mar Aris Moko, menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak perbatasan adalah prioritas utama dalam misi mereka. Ia merasakan betul bagaimana pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk berkembang.
“Kami ingin anak-anak di perbatasan merasakan semangat belajar yang sama seperti anak-anak di daerah lain. Buku dan alat tulis ini mungkin sederhana, namun kami berharap menjadi dorongan agar mereka terus giat menuntut ilmu, ” ungkap Komandan Satgas.
Sorot mata penuh binar dan senyum sumringah langsung menghiasi wajah mungil para penerima. Seketika itu pula, buku-buku dibuka, pensil diraut, seolah tak sabar untuk segera menjelajahi dunia pengetahuan baru. Kegembiraan mereka menular, menghangatkan hati setiap prajurit yang hadir.
Mama Yohana, salah satu orang tua yang hadir, tak kuasa menahan haru. Air matanya menggenang, mencerminkan rasa syukur yang mendalam. “Kami senang sekali. Anak-anak jadi lebih semangat sekolah. Terima kasih untuk Bapak-bapak Marinir yang sudah peduli, ” tuturnya, suaranya bergetar penuh emosi.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas negara, melalui aksi sosial ini, prajurit Korps Marinir membuktikan bahwa pengabdian mereka merambah hingga ke relung hati masyarakat. Mereka hadir bukan sebagai sosok asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia, yang turut andil dalam mencerdaskan bangsa dan mempererat tali persaudaraan antara TNI dengan rakyat.

Ibrahim