YAHUKIMO - Di tengah denyut kehidupan masyarakat Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo, prajurit Marinir dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 hadir membawa angin segar. Kamis, (19/2/2026), menjadi saksi bisu bagaimana sentuhan kemanusiaan para prajurit ini mampu menggerakkan kembali roda ekonomi yang sempat melambat.
Dengan senyum hangat dan sapaan akrab, para prajurit tak ragu memborong hasil kebun milik warga. Interaksi tanpa sekat ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, melampaui sekadar transaksi jual beli. Ini adalah bentuk dukungan nyata, sebuah investasi kepercayaan pada potensi lokal.

Kehadiran mereka bukan hanya soal ekonomi. Kondisi keamanan di Jalan Gunung kini terasa semakin kondusif. Aktivitas warga mulai kembali bergeliat, dengan rasa aman yang terpancar, memungkinkan mereka berjualan dan beraktivitas tanpa dibayangi kekhawatiran. Marinir hadir sebagai penjaga sekaligus sahabat, mendengarkan keluh kesah dan menawarkan solusi sederhana yang berdampak besar.
Pendekatan humanis ini adalah kunci pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan. Para prajurit Marinir menunjukkan bahwa mereka adalah perpanjangan tangan negara yang hadir untuk rakyat, bukan sekadar menjaga garis batas.
“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” ungkap Komandan Satgas, Letkol Mar T. Pristiyanto.
Melalui aksi-aksi kecil yang konsisten, Satgas Yonif 5 Marinir menegaskan komitmen Korps Marinir untuk selalu hadir bersama rakyat. Mereka bertekad menghidupkan aktivitas warga, memperkuat kepercayaan, dan menjaga Papua tetap aman serta produktif.

Updates.