MAYBRAT - Di tengah hamparan alam perbatasan RI-PNG, prajurit Tentara Nasional Indonesia dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak hanya menjaga kedaulatan negara, namun juga merajut kehangatan kemanusiaan. Rabu (4/2/2026) lalu, Kampung Kamat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya menjadi saksi bisu bagaimana kepedulian tulus disalurkan dalam bentuk bantuan sembako kepada warganya.
Langkah ini bukan sekadar aksi rutin, melainkan bagian dari strategi pendekatan teritorial yang mengutamakan sisi sosial dan kemanusiaan. Para prajurit Marinir terjun langsung, menyapa dan menyerahkan setiap bingkisan kebutuhan pokok dengan senyum yang tulus, menciptakan suasana akrab dan kekeluargaan yang begitu terasa.

Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk selalu hadir dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di garis terdepan bangsa ini. Kehadiran kami di perbatasan tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tapi juga sebagai pelayan dan mitra masyarakat.
“Melalui pembagian sembako ini, kami berharap dapat meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian, ” ujar Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, dalam sebuah momen yang penuh makna.
Beliau menekankan, kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan di wilayah perbatasan yang strategis ini.
Sambutan hangat dan apresiasi tulus datang dari masyarakat Kampung Kamat. Bantuan sembako ini menjadi oase di tengah tantangan geografis dan logistik yang kerap dihadapi warga di daerah terpencil.
Kehadiran Satgas Yonif 10 Marinir/SBY di perbatasan RI-PNG menegaskan peran ganda TNI: sebagai benteng pertahanan negara sekaligus sebagai sahabat sejati yang turut serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
