LANNY JAYA - Di tengah keindahan alam perbukitan hijau Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, suasana ceria anak-anak pecah pada Selasa (17/2/2026). Tawa riang mereka menjadi melodi yang mengiringi kehadiran prajurit Satgas Yonif 408/Sbh, yang membawa secercah kebahagiaan melalui kegiatan sederhana namun bermakna: bermain dan menerbangkan layang-layang merah putih.
Kegiatan ini lebih dari sekadar permainan biasa di wilayah Goa Balim. Dengan penuh kesabaran, para prajurit membimbing tangan-tangan mungil anak-anak untuk merangkai dan menerbangkan layang-layang. Simbol cinta tanah air itu perlahan mengangkasa, menembus angin pegunungan yang sejuk.
Setiap percobaan menerbangkan layang-layang disambut sorak gembira. Meski tak jarang layang-layang jatuh, semangat anak-anak tak pernah padam. Momen sederhana ini menjadi sarana ampuh bagi para prajurit untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti pantang menyerah, kerja sama, serta keberanian untuk meraih mimpi.
“Keberadaan kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan. Anak-anak adalah masa depan Papua. Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat persatuan dan cinta tanah air sejak dini, ” ujar Komandan Pos TK Wamitu, Kapten Inf Indra.
“Bapak TNI ajar kami sampai bisa. Senang sekali, layang-layangnya bisa naik tinggi, ” ungkap seorang bocah dengan polos, senyum lebar menghiasi wajahnya usai berhasil menerbangkan layang-layangnya.
Pendekatan humanis yang digagas oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia di Kabupaten Lanny Jaya ini menjadi bukti nyata kedekatan mereka dengan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa. Di bawah langit Papua yang mulai temaram, layang-layang merah putih terus menari, membawa pesan harapan bahwa mimpi anak-anak Papua akan senantiasa dijaga dan diterbangkan setinggi-tingginya.

Jefri Jayapura