GMKI Suarakan Seruan Damai: Kecam Keras Kekerasan OPM terhadap Rakyat Papua

    GMKI Suarakan Seruan Damai: Kecam Keras Kekerasan OPM terhadap Rakyat Papua

    NABIRE - Suara lantang mengecam kekerasan di Tanah Papua kembali menggema. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap masyarakat sipil. GMKI menilai aksi brutal tersebut bukan hanya melanggar hukum nasional, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan dan merusak tatanan sosial di Bumi Cenderawasih.  

    Ketua GMKI Cabang Nabire, Firgo Jitmau, menegaskan bahwa tidak ada alasan apa pun yang bisa membenarkan kekerasan terhadap sesama warga Papua. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat persaudaraan dan keadilan yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Papua.  

    “Ini sudah melanggar nilai kemanusiaan. Kami harap OPM sadar dan berhenti menyerang saudaranya sendiri. Kekerasan bukan solusi, malah memperdalam luka di antara kita, ” tegas Firgo Jitmau, Kamis (23/10/2025).  

    Menurut Firgo, perjuangan yang sejati adalah membangun kesejahteraan dan kedamaian, bukan menebar ketakutan. GMKI, katanya, akan terus mendorong generasi muda Papua untuk bersatu menjaga kedamaian dan menolak segala bentuk kekerasan.  

    Sementara itu, tokoh masyarakat asal Dogiyai, Stefanus Wanimbo, memberikan apresiasi terhadap sikap tegas GMKI. Ia menilai, suara dari kalangan muda ini mencerminkan kesadaran baru di tengah masyarakat Papua yang mulai jenuh dengan konflik bersenjata.  

    “Anak muda dari GMKI sudah benar bicara tegas. Kita ini butuh kedamaian, bukan ketakutan. Kalau sesama orang Papua saling serang, siapa lagi yang akan membangun negeri ini?” ujarnya penuh keprihatinan.  

    Kecaman GMKI ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Papua, terutama generasi mudanya, menginginkan perubahan arah menuju kedamaian. Kekerasan yang terus dilakukan oleh kelompok bersenjata hanya akan memperburuk kondisi sosial dan menambah penderitaan rakyat.  

    Seruan damai dari GMKI dan tokoh masyarakat Papua ini diharapkan mampu membuka mata semua pihak bahwa masa depan Papua tidak bisa dibangun di atas darah dan air mata, melainkan melalui kasih, keadilan, dan kebersamaan.  

    “Papua tidak butuh perang, Papua butuh damai dan cinta kasih, ” tutup Firgo.  

    (Kapten Inf MN/AG)

    gmki papuadamai tolakkekerasan hentikanopm papuauntukdamai firgojitmau stefanuswanimbo suaramudapapua cintatanahpapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Wujud Kepedulian Terhadap Ketahanan Pangan,...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 700/WYC Bersihkan Parit di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami