PAPUA - Kecemasan yang menyelimuti warga Teluk Bintuni perlahan sirna. Keberanian dan ketegasan aparat TNI dalam melakukan operasi penegakan keamanan membuahkan hasil manis pada Minggu (9/11/2025) dini hari. Markas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bersembunyi di kawasan Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, berhasil direbut dalam sebuah operasi gabungan yang berlangsung cepat dan terukur.
Selama ini, kehadiran markas OPM di wilayah tersebut telah menimbulkan ketakutan yang mendalam. Aktivitas mereka yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan dan gangguan keamanan di Sorong Raya serta Teluk Bintuni, membuat warga hidup dalam bayang-bayang ancaman. Markas yang berhasil diamankan ini diketahui berada di bawah komando Deni Moss alias Majus Muuk, Pangkodap IV Soraya, dengan Zakarias Fatem sebagai wakilnya.
Dalam penguasaan lokasi persembunyian tersebut, tidak ada satu pun personel TNI yang menjadi korban. Aparat berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang krusial, meliputi senjata api rakitan, amunisi, alat komunikasi, serta perlengkapan logistik yang kuat dugaan digunakan untuk melancarkan aksi-aksi penyerangan.
Sayangnya, dalam kontak tembak yang tak terhindarkan, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas. Mereka adalah Zakarias Fatem, yang menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap IV Soraya; Donatus Arso Aimau, seorang penasihat dan Sekretaris Kodap IV Soraya; Thomas Aimau, yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap pekerja proyek jalan Maybrat–Bintuni; serta Lukas Aimau, Wakil Komandan Operasi Batalyon Sair.
Senyum kelegaan terpancar jelas dari wajah Yafet Tarema, salah seorang tokoh masyarakat Moskona Barat. Ia mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas keberhasilan operasi ini.
“Kami di kampung sudah lama hidup dalam ketakutan. Anak-anak tidak berani sekolah, warga takut pergi ke kebun. Dengan operasi ini, kami berharap situasi kembali tenang dan aktivitas bisa normal lagi, ” kata Yafet Tarema.
Seorang komandan operasional wilayah, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, menegaskan komitmen TNI dalam memulihkan stabilitas keamanan.
“Operasi dilakukan secara terukur berdasarkan informasi valid di lapangan. Fokus kami adalah memulihkan stabilitas, karena masyarakat Teluk Bintuni sudah terlalu lama menjadi korban teror kelompok bersenjata, ” tegasnya.
Aktivitas OPM di kawasan ini selama beberapa tahun terakhir memang telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, mulai dari gelombang pengungsian, penutupan sekolah, hingga lumpuhnya kegiatan ekonomi masyarakat. Keberhasilan operasi terbaru ini diharapkan menjadi titik balik krusial untuk mengembalikan rasa aman dan menciptakan stabilitas yang dirindukan oleh seluruh masyarakat Teluk Bintuni. Kini, harapan besar tertuju pada kembalinya kehidupan normal tanpa ancaman yang menghantui.

Updates.