TIMIKA - Pemerintah Indonesia tak henti berupaya menghadirkan pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih. Kali ini, akselerasi pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat mendapatkan dorongan signifikan melalui pelibatan strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020. Langkah ini krusial dalam mengimplementasikan visi pembangunan yang digagas sejak 2020, Rabu (14/1/2026).
Inpres Nomor 9 Tahun 2020 secara tegas menempatkan TNI sebagai garda terdepan dalam mendukung pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Peran ini mencakup penciptaan stabilitas keamanan yang kondusif serta kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan, terutama di wilayah pedalaman dan daerah yang masih terkendala akses infrastruktur. Ini adalah bukti nyata negara tidak tinggal diam.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., menekankan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua lebih dari sekadar tugas pengamanan. Ini adalah manifestasi komitmen negara untuk benar-benar menyentuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“TNI hadir untuk membantu percepatan pembangunan dan memastikan masyarakat Papua benar-benar merasakan kehadiran negara. Kami tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020, ” ujar Mayjen TNI Lucky Avianto.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Lucky Avianto menggarisbawahi bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas di Papua dibekali dengan pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, profesionalisme, dan kemanunggalan dengan rakyat.
“Pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan teritorial dan humanis. Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat, menjalin komunikasi yang baik, serta bersama-sama mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua, ” tambahnya.
Realisasi peran TNI di Papua terwujud dalam berbagai program unggulan seperti Bakti TNI dan karya bakti. Ini mencakup dukungan langsung pada pembangunan infrastruktur dasar krusial seperti jalan dan jembatan, serta fasilitas vital lainnya seperti pusat kesehatan dan sarana pendidikan. Tak hanya itu, TNI juga aktif dalam pelayanan kesehatan, distribusi logistik esensial, dan berbagai kegiatan kemanusiaan yang menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses.
Pemerintah berkomitmen penuh bahwa seluruh pelaksanaan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 akan senantiasa berlandaskan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dialog yang konstruktif dan penempatan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komponen masyarakat, percepatan pembangunan di Papua diproyeksikan akan berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan, kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Wartamiliter)
