Satgas Yonif 500/Sikatan Hadirkan Harapan Melalui Buku di Pedalaman Papua

    Satgas Yonif 500/Sikatan Hadirkan Harapan Melalui Buku di Pedalaman Papua

    INTAN JAYA - Di tengah keheningan pegunungan dan hijaunya alam Papua, senyum ceria anak-anak Kampung Silatuga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi pemandangan paling indah pada Kamis, (13/11/2025). Para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan datang membawa hadiah kecil yang menyulut semangat besar bagi masa depan generasi muda Papua: buku dan alat tulis.

    Kegiatan yang dipimpin Serda Anwar, Komandan Tim 2 Titik Kuat (TK) Silatuga, ini merupakan bagian dari program Komunikasi Sosial (Komsos) Satgas Yonif 500/Sikatan, yang bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di pedalaman.

    Begitu kotak berisi buku dan alat tulis dibuka, sorak gembira langsung terdengar. Anak-anak berlari mendekat, menyambut dengan mata berbinar. Beberapa bahkan langsung membuka buku barunya, mencium aroma kertas yang masih segar.

    “Kami ingin anak-anak di Silatuga tetap semangat belajar. Mereka adalah masa depan Papua dan Indonesia. Walau jauh dari kota, mereka pantas mendapat perhatian dan dukungan yang sama, ” ujar Serda Anwar, dengan nada penuh kehangatan.

    Bagi masyarakat Silatuga, pendidikan adalah tantangan besar di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak yang jauh dari pusat kota. Karena itu, kedatangan prajurit TNI membawa peralatan sekolah menjadi simbol harapan baru.

    Kepala Kampung Silatuga, Yonas Kogoya, mengaku tersentuh dengan perhatian dan kepedulian Satgas.

    “Anak-anak di sini senang sekali. Buku dan alat tulis itu berharga buat kami. Terima kasih TNI sudah datang dan peduli dengan pendidikan anak-anak kami, ” ungkap Yonas dengan nada haru.

    Tak hanya membagikan perlengkapan sekolah, para prajurit juga duduk bersama anak-anak, mengajarkan cara menulis nama mereka dan berbagi cerita ringan. Suasana penuh tawa dan kebersamaan menyelimuti kampung kecil itu sepanjang hari.

    Menurut Kapten Inf Diyan Saputro, Komandan Titik Kuat Silatuga, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Satgas Yonif 500/Sikatan yang menempatkan kemanusiaan dan pendidikan sebagai prioritas di wilayah penugasan.

    “Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat rakyat Papua. Pendidikan adalah jembatan masa depan. Saat melihat anak-anak tersenyum sambil memegang buku, kami tahu bahwa tugas kami lebih dari sekadar menjaga perbatasan — kami menjaga harapan mereka, ” ujar Kapten Diyan dengan tegas.

    Ia menambahkan bahwa program seperti ini akan terus digalakkan selama penugasan Satgas di Papua Tengah, agar kehadiran TNI benar-benar dirasakan sebagai kekuatan yang membawa kedamaian dan kemajuan bagi masyarakat.

    Kegiatan berlangsung aman dan penuh keakraban. Anak-anak dengan bangga memperlihatkan buku dan alat tulis barunya, sementara para prajurit tampak menikmati momen kebersamaan itu. Di tengah kerasnya medan tugas dan beratnya tanggung jawab, para prajurit “Sikatan” membuktikan bahwa di balik loreng ada kasih, di balik disiplin ada cinta untuk rakyat.

    Satgas Yonif 500/Sikatan terus menegaskan komitmennya untuk menjadi sahabat sejati masyarakat Papua hadir bukan hanya untuk menjaga tanahnya, tetapi juga menyuburkan harapan dan menyalakan semangat belajar bagi generasi penerus bangsa.

    (PERS)

    tniuntukrakyat yonif500sikatan papuatengah silatugapeduli papuacerdas prajuritberhatirakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Marinir Tanamkan Nasionalisme di SD YPPK...

    Artikel Berikutnya

    Pelayanan Kesehatan Satgas Yonif 500/Sikatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami