PANIAI - Di tengah hamparan hijau Distrik Komopa, Kabupaten Painai, Papua Tengah, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali hidup. Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir (Yonif 4 Mar) menggelar aksi nyata memborong hasil tani masyarakat lokal sebagai bagian dari program pembinaan teritorial terbatas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Senin (27/10/2025).
Dipimpin langsung oleh Komandan Satgas, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., kegiatan ini tidak hanya sekadar membeli hasil bumi, tetapi juga membangun hubungan emosional antara TNI dan warga. Berbagai komoditas seperti sayur-mayur, buah-buahan, serta hasil pertanian lainnya dibeli langsung dari tangan petani.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Memborong hasil tani adalah cara kami membantu ekonomi warga sekaligus mempererat persaudaraan, ” ujar Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Program ini disambut antusias oleh masyarakat. Para petani yang biasanya kesulitan menjual hasil panen mereka kini bisa bernafas lega. Harga yang layak dan kepastian pembelian memberikan dorongan besar bagi ekonomi keluarga di wilayah tersebut.
“Kami sangat senang dan bersyukur, hasil kebun tidak lagi menumpuk. Bapak-bapak TNI datang langsung beli dengan harga yang baik. Ini sangat membantu kami, ” tutur Mama Yulince Tebay, seorang petani asal Kampung Komopa, sambil tersenyum haru.
Selain mendukung perekonomian lokal, kegiatan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI di Papua. Bagi para prajurit Yonif 4 Marinir, keamanan tidak hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan rakyat yang dijaga dapat hidup sejahtera dan berdaya.
“Kami tidak ingin hanya dikenal karena senjata, tapi karena kepedulian. Misi kami adalah membangun rasa percaya dan membantu masyarakat tumbuh bersama, ” tambah Letda Marinir Andika Saputra, perwira yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Panglima Komando Operasi TNI Habema (Pangkoops Habema), Mayjen TNI Lucky Avianto, turut memberikan apresiasi atas langkah humanis ini.
“Inilah esensi penugasan TNI di Papua membangun, mengayomi, dan menumbuhkan harapan. Program seperti ini harus terus dijalankan karena menyentuh langsung kehidupan rakyat, ” tegas Mayjen Lucky.
Aksi Satgas Yonif 4 Marinir di Distrik Komopa menjadi bukti bahwa kesejahteraan bisa dijaga lewat kepedulian dan kemanunggalan. Ketika prajurit turun ke ladang dan berjabat tangan dengan petani, yang tumbuh bukan hanya padi dan sayur, tapi juga harapan baru bagi Papua yang mandiri dan sejahtera.
(Pratu Mar Denta/AG)
