INTAN JAYA - Di tengah keheningan Kampung Engganengga, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah insiden kecil memicu gelombang kepedulian. Pada Rabu, (18/2/2026), seorang warga yang akrab disapa “Mama-mama” harus merasakan sakit akibat terjatuh saat tengah sibuk membersihkan kebun. Tanpa menunggu lama, keluarganya segera membawanya ke Pos Engganengga, tempat personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti bertugas.
Kedatangan mereka disambut sigap oleh tim kesehatan prajurit TNI Angkatan Darat yang berjaga. Pertolongan pertama segera diberikan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kondisi fisik yang cermat. Tujuannya jelas, memastikan pasien dalam keadaan stabil sebelum langkah pengobatan lanjutan.

Praka Azhari, salah satu anggota tim kesehatan di Pos Engganengga, mengungkapkan esensi dari tindakan mereka.
“Kami ingin membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan di kota. Kehadiran kami harus memberi manfaat nyata, ” ujar Praka Azhari.
Keseriusan dan kecepatan penanganan medis ini tak luput dari perhatian. Keluarga dan masyarakat setempat menyambut baik uluran tangan para prajurit. Mama Ubertina Tipagau, 52 tahun, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Tanpa harus pergi jauh, kami sudah mendapat pengobatan, ” tuturnya penuh haru.
Lebih dari sekadar penanganan luka, kehadiran tim Satgas juga menghadirkan dukungan moral. Mereka mendampingi pasien, memberikan semangat agar proses pemulihan berjalan lancar. Suasana hangat dan penuh empati tercipta, menjadi bukti nyata kedekatan emosional antara Satgas dan warga di wilayah penugasan yang terkadang terpencil.
Melalui upaya pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di Kabupaten Intan Jaya, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti tak hanya berupaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat, tetapi juga menanamkan rasa aman dan kepastian akan layanan dasar bagi seluruh warga pedalaman. Ini adalah kisah tentang kemanusiaan yang hadir di garis depan, di mana setiap helaan napas dan senyum kesembuhan menjadi bukti nyata pengabdian. (Wartamiliter.com)
