MAYBRAT - Di tengah keheningan perbatasan, sebuah aksi kepedulian hangat menyelimuti Kampung Sawin, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pada Rabu, (18/2/2026), prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak hanya menjaga kedaulatan negeri, namun juga mengulurkan tangan membantu meringankan beban warga melalui layanan kesehatan dan pembagian pakaian layak pakai.
Kehadiran para prajurit TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir ini disambut penuh antusiasme oleh masyarakat setempat. Di wilayah yang layanan kesehatannya masih terbatas, sentuhan medis berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis menjadi oase di tengah dahaga. Tak hanya itu, tumpukan baju layak pakai yang dibagikan pun menjadi berkah tak ternilai, membantu memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari.
Komandan Satgas Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Mar Aris Moko, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan refleksi mendalam dari komitmen pengabdian para prajuritnya. Ia menekankan bahwa kehadiran Marinir di perbatasan bukan sekadar menjaga garis batas, melainkan juga memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan ini adalah wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat perbatasan. Kami ingin kehadiran Marinir tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga, ” ujar Letkol Mar Aris Moko.
Senyum merekah dan ungkapan terima kasih tulus datang dari warga Kampung Sawin. Bantuan pengobatan yang diberikan mampu mengatasi keluhan kesehatan yang selama ini mungkin terabaikan, sementara pakaian layak pakai menjadi pelipur lara dan penambah semangat dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan yang berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan ini tak hanya sekadar pertukaran bantuan, namun menjadi jembatan kokoh yang mempererat tali silaturahmi antara insan persaudaraan TNI dengan masyarakat. Harapannya, sinergi ini akan terus tumbuh, menumbuhkan rasa kebersamaan yang tak tergoyahkan di jantung perbatasan Indonesia.
