PUNCAK - Di tengah hamparan pegunungan yang sunyi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif luar biasa menyala dari Pos Julukoma yang dijaga oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau. Pada Senin (12/1/2026), para prajurit TNI ini tak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan, namun juga mengemban amanah sebagai pendidik bagi anak-anak Kampung Julukoma melalui program inovatif bertajuk 'Papua Melek'.
Dipimpin langsung oleh Serda Sauhoka, kegiatan ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap minimnya akses pendidikan yang dihadapi anak-anak di wilayah terpencil tersebut. Dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan penuh keceriaan, para prajurit TNI hadir di tengah anak-anak, memberikan bekal literasi dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari sekadar angka dan huruf, pelajaran juga disisipi nilai-nilai kebangsaan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme sejak dini.

“Kami menyadari bahwa akses pendidikan berkualitas di daerah perbatasan masih menjadi tantangan besar. Kehadiran kami bukan hanya untuk menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga ikut membangun sumber daya manusia di ujung negeri. Melalui Papua Melek, kami berharap anak-anak tetap semangat belajar dan berani bermimpi tinggi, ” ujar Danpos Julukoma, Lettu Inf Dismas.
Langkah mulia ini disambut hangat oleh masyarakat Kampung Julukoma. Bapak Tengewa, salah seorang warga, tak kuasa menahan rasa syukurnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Julukoma. Dengan mereka mau jadi guru, anak-anak kami tidak ketinggalan pelajaran. Ini sangat membantu dan kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan, ” ungkapnya.
Melalui program 'Papua Melek', Satgas Yonif 732/Banau kembali menegaskan komitmennya sebagai sahabat sejati masyarakat perbatasan. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun masa depan cerah generasi Papua melalui pintu ilmu pengetahuan, sebuah dedikasi yang menyentuh hati dan menginspirasi. (Wartamiliter)

Ibrahim