Pangdam V/Brawijaya Perkuat Kewaspadaan Prajurit di Intan Jaya

    Pangdam V/Brawijaya Perkuat Kewaspadaan Prajurit di Intan Jaya
    Foto: Saat Pangdam V/Brawijaya, Mayjen Rudy Saladin, melakukan kunjungan mendalam ke jantung operasi di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, pada Kamis (20/11/2025).

    INTAN JAYA - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen Rudy Saladin, melakukan kunjungan mendalam ke jantung operasi di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, pada Kamis (20/11/2025). Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah penegasan komitmen negara terhadap stabilitas keamanan di wilayah yang masih dinamis. Selama tujuh bulan terakhir, prajurit Yonif 500/Sikatan telah berdiri tegak sebagai garda terdepan, menjaga kedamaian di tanah Papua.

    Di Titik Kuat (TK) Mamba Kotis, Pangdam disambut dengan penuh hormat oleh Dansatgas Yonif 500/Sikatan, Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M., beserta seluruh jajarannya. Dalam tatap muka yang penuh makna, Pangdam menegaskan mandat suci yang diemban oleh setiap prajurit.

    “Kita berada di sini karena negara membutuhkan. Tugas ini tidak ringan, namun kalian telah menunjukkan profesionalisme tinggi dalam menjaga stabilitas Intan Jaya, ” tegas Pangdam.

    Beliau tidak hanya hadir sendiri, namun didampingi oleh sejumlah pejabat penting yang turut menyaksikan langsung dedikasi para pasukan. Apresiasi mengalir deras atas ketangguhan prajurit yang mampu bertahan dalam segala kondisi, mulai dari medan yang berat, cuaca ekstrem yang menggigit, hingga ancaman laten dari kelompok bersenjata.

    Tiga Titik Kuat Strategis Sukses Dikuasai

    Dalam laporan yang sarat kebanggaan, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan rasa terima kasih atas pencapaian luar biasa Satgas Yonif 500/Sikatan. Penguasaan tiga titik kuat yang krusial—TK Sugapa Lama, TK Mamba Bawah, dan TK Silatuga—menjadi kunci strategis dalam membatasi ruang gerak kelompok OPM. Keberhasilan ini menjadi penutup gemilang bagi Operasi Badai, yang telah mencapai sasaran utamanya.

    “Hasil kerja kalian dapat dibanggakan. Satgas Yonif 500/Sikatan telah menutup Operasi Badai dengan capaian yang layak mendapat apresiasi, ” ujar Pangdam.

    Peringatan Keras Menjelang Akhir Penugasan

    Namun, di balik euforia keberhasilan, Pangdam mengingatkan akan realitas medan operasi yang tak pernah bisa dianggap remeh. Fase akhir penugasan justru menjadi momen krusial yang menuntut kewaspadaan ekstra.

    “Tidak ada sejengkal tanah pun yang benar-benar aman di daerah operasi. Masa tujuh bulan ini justru yang paling rawan. Jangan lengah, ” tegas Pangdam.

    Beliau juga berpesan agar para prajurit menjauhi segala bentuk tindakan negatif yang dapat mencoreng nama baik satuan dan kehormatan diri.

    “Rezeki sudah diatur. Jangan melenceng dari tugas. Tetap fokus, jalani dengan tanggung jawab, ” tambahnya.

    Kepada para komandan di lini depan, Pangdam menekankan pentingnya peran kepemimpinan yang proaktif dan penuh perhatian.

    “Komandan harus cerewet kepada anggota. Itu bentuk tanggung jawab, bukan sekadar perintah, ” ujarnya.

    Pelajar dari Aceh dan Disiplin Tempur

    Menghadirkan pelajaran berharga dari pengalaman penugasan di Aceh, Pangdam mengingatkan bahwa situasi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Meskipun persenjataan OPM mungkin tidak sekuat GAM di masa lalu, namun penguasaan medan dan kemampuan bidik yang terarah tetap menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai.

    “Aman adalah pilihan. Keamanan tidak terjadi sendiri, tetapi diwujudkan oleh disiplin dan kesadaran setiap prajurit, ” ucapnya.

    Pangdam juga menambahkan pentingnya memanjatkan doa dalam setiap langkah dan pergerakan operasi sebagai bentuk permohonan perlindungan ilahi.

    Apresiasi untuk Prajurit Terbaik dan Sinergi Komando

    Dalam momen yang penuh kehangatan itu, lima prajurit terbaik diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menerima apresiasi finansial sebagai wujud penghargaan atas dedikasi luar biasa mereka. Kunjungan resmi ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Pangdam V/Brawijaya kepada Wapangkoops Habema, Brigjen TNI Ahmad Fikri Musmar, S.E., sebagai simbol kehormatan dan sinergi erat antar komando di wilayah operasi Papua.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi suntikan moral yang signifikan bagi prajurit Yonif 500/Sikatan, memperkuat profesionalisme dan kewaspadaan mereka dalam menuntaskan tugas mulia menjaga keamanan masyarakat Intan Jaya hingga akhir masa penugasan.

    (jurnalis)

    tniuntukrakyat yonif500sikatan intanjaya operasibadai pangdamvbrawijaya papuaaman
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Banteng Raiders Perkuat Keamanan...

    Artikel Berikutnya

    Pos TNI Sinak: Klinik Harapan Warga Pegunungan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami