MAYBRAT - Di tengah hamparan perbatasan negeri, prajurit TNI kembali menunjukkan sisi humanisnya. Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tidak hanya hadir menjaga keutuhan wilayah, tetapi juga menebar kehangatan bagi masyarakat di Kampung Susumuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Pada Selasa (13/1/2026), tawa riang anak-anak dan senyum syukur para ibu mewarnai kegiatan pembagian baju layak pakai yang diinisiasi oleh para perwira perkasa ini.
Aksi berbagi ini bukan sekadar memberikan pakaian, melainkan sebuah jembatan empati yang dibangun oleh para prajurit Marinir. Mereka bergerak penuh keakraban, menyerahkan satu per satu pakaian yang masih layak kepada warga, khususnya kaum ibu dan anak-anak. Sebuah upaya tulus untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus mengingatkan bahwa di sudut perbatasan pun ada tangan yang siap mengulurkan bantuan.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari pendekatan humanis TNI dalam menjalankan amanah negara. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit di perbatasan lebih dari sekadar menjaga keamanan.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat perbatasan. Kehadiran Marinir tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk berbagi, membantu, dan menghadirkan kebahagiaan bagi warga, ” ujar Letkol Marinir Aris Moko.
Melalui sentuhan-sentuhan kecil namun bermakna ini, Satgas berharap benang silaturahmi dan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat semakin kokoh terjalin. Sebuah harapan yang bersemi di hati para prajurit yang bertugas jauh dari keluarga.
Sambutan hangat dan rasa syukur tak terhingga terpancar dari wajah-wajah penduduk Kampung Susumuk. Mereka menyambut hangat uluran tangan para prajurit, mengakui bahwa bantuan ini sangat berarti dan kian mempererat rasa kebersamaan di tengah segala keterbatasan yang ada.
Lebih dari sekadar pembagian sembako, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk merajut ikatan persaudaraan antara prajurit Marinir dan masyarakat. Semangat gotong royong serta kepedulian sosial pun turut tumbuh subur di bentangan perbatasan RI–PNG ini.
Menutup rangkaian kegiatan penuh makna ini, Dansatgas menegaskan kembali komitmen pengabdian seluruh prajuritnya.
“Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan untuk terus berbuat kebaikan dan melayani masyarakat dengan tulus di daerah penugasan, ” pungkasnya. (Wartamiliter)

Jefri Jayapura