NDUGA - Merasakan hangatnya sambutan warga Kampung Mumugu di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Sabtu (21/2/2026), personel Satgas Yonif 300/Brajawijaya tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan. Di Titik Kuat Batas Batu, mereka membuka diri untuk berbagi dan melayani, membawa kelegaan melalui pembagian pakaian layak pakai serta layanan kesehatan yang begitu berarti.
Sorot mata anak-anak yang berbinar menerima pakaian baru, senyum lega para ibu yang terbantu kebutuhan sehari-hari, serta kelegaan warga yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, menjadi bukti nyata dampak positif kehadiran prajurit TNI. Ini bukan sekadar tugas, melainkan bentuk kepedulian mendalam terhadap sesama.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap warga Mumugu, ” ujar Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, Komandan Satgas Yonif 300/Brajawijaya, Sabtu (21/2/2026).
Beliau menambahkan, pendekatan humanis adalah kunci utama dalam memperkokoh kepercayaan masyarakat. Di tengah tantangan geografis yang membatasi akses, Satgas berupaya menjadi jembatan, membantu mengatasi kesulitan warga, terutama dalam aspek sosial dan kesehatan.
Bagi warga Mumugu, bantuan pakaian tersebut sangat meringankan beban, sementara akses kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau kini terbuka lebar. Pengalaman ini menunjukkan bagaimana kehadiran TNI dapat menyentuh langsung kehidupan masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui jejak langkah bakti di Mumugu, Satgas Yonif 300/Brajawijaya menegaskan komitmennya sebagai pelindung sekaligus mitra sejati masyarakat pedalaman Papua. Sinergi yang terjalin kuat diharapkan terus menumbuhkan kebersamaan, menciptakan suasana damai, dan kondusif di Kabupaten Nduga.
