PAPUA - Di tengah kehangatan perkampungan pegunungan Papua, tepatnya di Gereja Betle, sebuah momen kebersamaan yang sarat makna terjalin. Personel TK Silatuga dari Yonif 744/Satya Yudha Bhakti tak hanya hadir, namun turut larut dalam tradisi bakar batu bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/02/2026) ini merupakan bagian dari upaya komunikasi sosial yang mendalam.
Prajurit TNI duduk khidmat melingkar bersama para tokoh adat, tokoh gereja, dan seluruh warga kampung. Aroma hidangan yang dimasak secara gotong royong melalui ritual bakar batu memenuhi udara, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Tradisi ini, yang kaya akan simbol persatuan dan rasa syukur, menjadi jembatan emas antara prajurit dan masyarakat.
Kapten Inf Yogi, Komandan TK Silatuga, menekankan pentingnya kehadiran prajurit dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan. “Kami sangat menghargai tradisi dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Papua. Melalui momen kebersamaan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat, ” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa duduk dan berbagi hidangan dalam tradisi bakar batu membuka ruang dialog yang efektif, membangun rasa saling percaya, dan memperkuat ikatan persaudaraan. “Ketika kita berbagi hidangan dan cerita, di situlah terbangun persatuan yang sesungguhnya. Inilah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat, ” tegasnya.
Rasa bangga terpancar dari Pratu Fikri, salah satu prajurit yang terlibat. “Kami merasa terhormat diterima dengan hangat. Kegiatan seperti ini membuat kami semakin dekat dengan masyarakat. Kami bukan hanya bertugas, tetapi juga menjadi saudara, ” ungkapnya dengan tulus.
Apresiasi juga datang dari tokoh gereja setempat. “Kami bersyukur TNI mau hadir dan makan bersama kami. Ini menunjukkan persaudaraan yang kuat. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi kedamaian kampung dan Papua, ” tuturnya penuh harap.
Tradisi bakar batu bukan sekadar ritual santap bersama bagi masyarakat Papua, melainkan simbol yang mendalam akan solidaritas, ungkapan syukur, dan perekat persatuan. Kehadiran Satgas TK Silatuga Yonif 744 dalam acara ini menjadi representasi pendekatan humanis TNI yang senantiasa merawat harmoni sosial di setiap wilayah penugasan.
Melalui komunikasi sosial yang dibalut kehangatan budaya lokal, Satgas Yonif 744 kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus merajut hubungan yang kokoh dengan masyarakat Papua, dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Updates.