INTAN JAYA - Di tengah keheningan Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Pos Zanepa pada Selasa (25/11/2025). Seragam loreng prajurit TNI kini berdampingan dengan antena wifi, menyambut senyum ceria anak-anak pedalaman yang tak lagi hanya menunggu guru, melainkan kehadiran teknologi yang membuka jendela dunia.
Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Ksatria Jaya Sakti (JS) meluncurkan program inovatif bertajuk “Ksatria Peduli Pendidikan”. Melalui perangkat internet portable milik Satgas, anak-anak di TK Zanepa diajak merasakan sensasi belajar digital. Mereka tak hanya membuka buku, tapi menjelajahi video pembelajaran, melatih literasi huruf dan angka secara daring, bahkan mengasah kemampuan kognitif melalui permainan edukatif.
Dansatgas Yonif 113/JS, Letkol Inf Yudha Pranata, menegaskan bahwa di era modern ini, akses internet telah menjadi denyut nadi penting bagi pendidikan di daerah terpencil. Ia menyamakannya dengan kebutuhan mendasar lainnya, seperti buku dan ruang kelas yang memadai.

“Pendidikan tidak boleh terputus hanya karena letak geografis. Kami ingin murid di Zanepa merasakan akses yang sama seperti anak-anak Indonesia di kota lain. Wifi ini bukan sekadar sinyal, tetapi simbol bahwa negara hadir untuk pendidikan, ” ujar Letkol Inf Yudha Pranata saat dikonfirmasi.
Di lingkungan honai belajar yang sederhana, Sersan Dua Nopan Pratama, salah satu personel Pos Zanepa, berbagi cerita haru tentang antusiasme anak-anak. Ia menyaksikan langsung bagaimana keterbatasan alat belajar berubah drastis saat koneksi internet menyala.
“Ketika tombol wifi kami tekan, mereka langsung bersorak—seperti melihat pintu dunia tiba-tiba terbuka. Yang membuat saya terharu, mereka tidak hanya main, mereka tanya huruf, tanya peta Indonesia, bahkan ingin tahu cita-cita jadi dokter dan tentara, ” kata Serda Nopan dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya ilmu pengetahuan, Satgas juga memastikan asupan nutrisi anak-anak terpenuhi dengan membagikan snack dan susu kemasan. Kegiatan edukatif yang penuh kehangatan ini turut mendapat perhatian dari Pemerintah Distrik Homeyo dan pihak sekolah.
Kepala Sekolah TK Zanepa, Ibu Monika Wogai (38), merasakan dampak positif yang signifikan terhadap semangat belajar anak didiknya. Ia melihat bagaimana teknologi baru mampu mengubah cara pandang mereka terhadap proses belajar.
“Di sini anak-anak senang belajar kalau ada cara baru. Mereka selama ini hanya mendengar soal internet, sekarang mereka pegang sendiri. Mereka jadi lebih berani membaca dan bertanya. Bagi kami, ini bukan wifi gratis—ini akses ilmu untuk masa depan, ” ungkap Ibu Monika.
Apresiasi juga datang dari Mama Maria (32), seorang perwakilan orang tua murid. Ia mengungkapkan kelegaan dan kebahagiaan atas inisiatif yang membuka ruang belajar baru yang sebelumnya tak terbayangkan oleh warga.
“Anak-anak kami kadang sulit belajar saat gelap dan tidak ada buku tambahan. Sekarang ada wifi, mereka bisa dengar lagu huruf, lihat gambar, dan belajar berhitung. Terima kasih TNI. Kami minta Tuhan selalu lindungi mereka, ” tutur Maria.
Hingga siang menjelang, suasana di Pos Zanepa dipenuhi keceriaan dan interaksi positif. Di sebuah kampung yang dulunya sunyi dari gemerlap teknologi, kini terdengar ungkapan penuh harapan dari anak-anak: “besok kami mau belajar lagi di pos bapak tentara.”
