INTAN JAYA - Di tengah denyut kehidupan Kampung Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (21/11/2025) menjadi saksi bisu kehangatan yang terjalin. Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS), melalui posnya di TK Pogapa, tak hanya hadir menjaga perbatasan, namun juga merajut tali persaudaraan dengan masyarakat setempat. Sebuah aksi sederhana nan bermakna terhampar ketika 10 bungkus makanan siap santap dibagikan langsung oleh para prajurit.
Bukan sekadar hidangan, distribusi bantuan pangan ini menjadi simbol nyata kepedulian. Senyum merekah di wajah warga Pogapa, sebuah ekspresi rasa dihargai dan diperhatikan oleh mereka yang bertugas di wilayah yang kerapkali identik dengan keterbatasan ini. Inilah momen ketika kehadiran prajurit terasa lebih dari sekadar penjaga, melainkan juga sebagai bagian dari keluarga besar.

“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat Pogapa. Kami ingin terus mempererat hubungan dan hadir membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” ujar Komandan TK Pogapa, Kapten Inf Kresna Cakra Wijaya, S.Tr.(Han). Kalimat tersebut bukan sekadar retorika, melainkan janji tulus untuk terus menabur kebaikan.
Respon hangat tak luput datang dari warga. Stevanus Bagubau (27), salah satu penerima bantuan, tak kuasa menahan haru. “Terima kasih bapak-bapak Satgas. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan, ” tuturnya, mewakili suara hati banyak warga.
Program berbagi makanan ini merupakan bagian integral dari pendekatan humanis yang terus digelorakan oleh Satgas Yonif 113/JS. Tujuannya jelas: membangun fondasi kepercayaan yang kokoh dan memperkuat rasa kebersamaan, terutama di wilayah yang rentan dan terpencil seperti Pogapa. Ke depan, inisiatif serupa dipastikan akan terus bergulir, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di perbatasan adalah untuk rakyat.
(jurnalis)
