INTAN JAYA - Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terpancar di pegunungan Intan Jaya. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Titik Kuat Maya, bersama warga Kampung Ogeapa dan Kampung Ngagemba, Distrik Homeyo, bergotong royong membangun fasilitas helipad yang akan menjadi akses vital bagi masyarakat pedalaman Papua, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan di wilayah terpencil. Helipad tersebut diharapkan mampu menunjang akses mobilitas, evakuasi medis, dan distribusi logistik masyarakat.
Kapten Inf Farid Makruf, Komandan Titik Kuat Maya, mengatakan bahwa inisiatif pembangunan helipad ini lahir dari hasil musyawarah bersama warga kedua kampung yang menginginkan fasilitas transportasi udara dapat digunakan untuk kepentingan bersama.

“Kami bersama masyarakat bersepakat membangun helipad ini agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan evakuasi, bantuan kesehatan, dan mobilitas warga. Ini hasil gotong royong dan semangat kebersamaan yang luar biasa, ” ujar Kapten Farid.
Ia menambahkan, kerja sama semacam ini menunjukkan bahwa semangat persaudaraan antara TNI dan masyarakat Papua tetap kokoh.
“Gotong royong ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi simbol persatuan. Kami berharap fasilitas ini dijaga bersama dan menjadi manfaat jangka panjang bagi warga, ” tegasnya.
Sementara itu, David Mayani (32), Kepala Kampung Ogeapa, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kerja sama Satgas Yonif 113/JS yang selalu hadir mendukung kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Dengan adanya helipad ini, akses bantuan dan layanan kesehatan bisa lebih cepat. Ini hasil kerja bersama yang sangat berarti bagi masyarakat kami, ” ungkap David dengan penuh haru.
Senada dengan itu, Tomas Tipagau (40), Kepala Kampung Ngagemba, menyebut pembangunan helipad ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antarwarga dan Satgas TNI dapat membawa perubahan positif bagi daerah mereka.
“Helipad ini penting sekali bagi kami, bukan hanya untuk evakuasi dan kesehatan, tapi juga bisa membuka peluang ekonomi karena distribusi barang dan hasil bumi jadi lebih mudah, ” ujarnya.
Tomas juga berharap agar semangat gotong royong ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi kampung lain di wilayah Homeyo.
“Kami ingin hubungan baik ini terus berlanjut. Satgas sudah seperti keluarga bagi kami, ” tambahnya.
Pembangunan helipad di TK Maya ini menjadi simbol persatuan dan wujud nyata kehadiran TNI yang tak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di pedalaman Papua. Dari tanah Homeyo, semangat “Jaya Sakti Menyatu” kini benar-benar hidup membangun, melayani, dan menyatukan rakyat demi Papua yang lebih maju.
(MN/AG)

Updates.