Roti Hangat di Perbatasan Papua: 113/JS Tebar Senyum Anak Ogeapa-Ngagemba

    Roti Hangat di Perbatasan Papua: 113/JS Tebar Senyum Anak Ogeapa-Ngagemba

    INTAN JAYA - Senyum merekah di wajah puluhan anak Kampung Ogeapa dan Ngagemba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat, (28/11/2025). Di tengah tantangan medan dan keterbatasan akses pangan di perbatasan RI-PNG, personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (113/JS) dari Pos Maya hadir membawa kehangatan tak hanya dalam bentuk roti, namun juga pendekatan yang menyentuh hati.

    Kegiatan yang berlangsung dari honai ke honai hingga lapangan kampung ini bukan sekadar pembagian makanan ringan. Ini adalah manifestasi dari strategi pembinaan teritorial berbasis kehadiran, di mana sentuhan sosial menjadi kunci penguat kepercayaan.

    “Roti mungkin sederhana, tapi perhatian yang dirasakan anak-anak dan orang tua itu yang utama, ” ujar Kapten Inf Farid Makruf, Komandan TK Maya sekaligus Danpos Maya, usai distribusi.

    Kapten Farid menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan ikhtiar berkelanjutan, bukan sekadar insiden. Satgas 113/JS secara rutin mengalokasikan logistik pribadi dan pos untuk kegiatan sosial anak, sebagai pelengkap operasi pengamanan wilayah.

    Bagi warga, bantuan kecil ini memberikan dampak emosional yang besar. Bapak Lukius Wenda, Kepala Kampung Ngagemba (50), merasakan perubahan pandangan anak-anak terhadap aparat keamanan.

    “Dulu anak-anak lihat tentara dari jauh. Sekarang mereka datang, duduk, bicara, bagi roti. Itu artinya TNI sudah jadi bagian dari lingkungan sosial kami, bukan jarak kekuasaan, ” ungkap Lukius.

    Mama Jupera Ugipa (30), orang tua dari Ogeapa, turut merasakan kebahagiaan melihat putranya menerima roti.

    “Harga makanan di sini mahal, pasokan juga tidak stabil. Saat Bapak Pos datang bagi roti, anak-anak merasa dirayakan, bukan dikasihani. Terima kasih karena sudah datang dan singgah bersama kami, ” tuturnya penuh haru.

    Pendekatan sosial ini juga diapresiasi oleh Pdt. Yulianus Hitadipa, Pendeta GKII Ogeapa.

    “Persaudaraan tidak dibangun oleh pidato, tapi oleh perjumpaan. Hari ini jembatannya roti. Besok bisa jadi pendidikan atau kesehatan. Ini menyiapkan damai yang tumbuh dari generasi anak-anak, ” jelas Pdt. Yulianus.

    Menurut Pdt. Yulianus, kegiatan berbagi makanan di perbatasan efektif mengikis trauma sosial bawaan konflik wilayah dan memperkuat rasa aman kolektif.

    Jumat itu, tawa anak-anak yang terekam kamera warga lebih terdengar daripada suara tembakan. Perbatasan menjadi saksi bisu bukan sebagai garis tegang, melainkan sebagai titik perjumpaan yang hangat. Roti-roti sederhana itu menjelma simbol yang mengabarkan bahwa keamanan pun bisa terasa manis dan membangkitkan asa.

    (Wartamiliter)

    rotidariposmaya 113jayasaktiberbagi senyumanakpapua ogeapangagembabersaudara perbatasanpenuhperjumpaan tniuntukgenerasidamai
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Permen dan Bembeng dari Satgas 113/JS, Jembatani...

    Artikel Berikutnya

    Prajurit 113/JS Poles Pogapa Sambut Natal-Tahun...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami