YAHUKIMO - Sentuhan kemanusiaan hadir di Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (24/2/2026). Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile dari Batalyon Infanteri 5 Marinir tak hanya menjalankan tugas menjaga perbatasan, namun juga membawa kehangatan melalui pembagian pakaian layak pakai kepada masyarakat setempat.
Di tengah medan Papua yang menantang, di mana akses terhadap kebutuhan dasar seringkali terbatas, uluran tangan para prajurit ini menjadi pelipur lara sekaligus simbol kepedulian mendalam. Bantuan yang sederhana ini menyimpan makna luar biasa bagi warga Keikey.
Ekspresi antusiasme terpancar jelas dari wajah warga saat menerima bantuan. Lebih dari sekadar menyerahkan pakaian, para prajurit Marinir meluangkan waktu untuk berbincang, mendengarkan cerita dan keluh kesah sehari-hari. Interaksi hangat ini bagaikan jembatan yang membangun rasa percaya dan mempererat ikatan emosional antara aparat negara dan masyarakat.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan esensi dari kegiatan ini.
"Kami tidak hanya bertugas menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga harus hadir memberi manfaat bagi masyarakat. Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, " kata Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla.
Pendekatan yang mengedepankan empati dan kepedulian, menurutnya, merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis di wilayah penugasan. Bagi masyarakat Keikey, seragam pakaian yang dibagikan ini lebih dari sekadar sandang; ia adalah pengingat bahwa mereka tidak sendirian, sebuah simbol dukungan moral yang membangkitkan semangat di tengah keterbatasan yang ada.
Kehadiran prajurit Marinir yang membaur dengan kehangatan bagai keluarga sendiri, memberikan rasa aman sekaligus secercah harapan baru bagi masa depan Kampung Keikey.

Jefri Jayapura