YAHUKIMO - Di tengah bentangan pegunungan Papua Pegunungan, sebuah patroli pengamanan perbatasan yang digelar Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 1 Marinir pada Rabu (26/11/2025) di Kampung Bruto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, tak hanya menyentuh aspek pertahanan. Operasi keamanan ini justru merajut kehangatan melalui komunikasi sosial dan pembagian bantuan pangan, terutama bagi anak-anak di kampung terpencil itu.
Personel dari Pos Marinir Kekey, di bawah Komando Operasi Habema (Koops Habema), menghentikan langkah patroli mereka sejenak untuk menyapa warga. Momen ini menjadi lebih bermakna ketika keluhan masyarakat didengarkan dan bahan makanan siap konsumsi dibagikan. Sambutan hangat dari masyarakat menjadi bukti nyata hadirnya negara hingga ke sudut terjauh negeri.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto, menegaskan paradigma keamanan yang membumi menjadi prioritas.
"Kami patroli untuk memastikan keamanan perbatasan, tetapi kami juga Komsos untuk memastikan rakyat merasa aman. Bagi kami, anak-anak di sini adalah masa depan Indonesia di ujung negeri. Jika mereka tersenyum, kami merasa tugas kami semakin bermakna, " kata Siswanto, Rabu (26/11/2025).
Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, turut mengapresiasi langkah teritorial yang dilakukan prajuritnya.
"Komsos dan dukungan pangan ini tidak menghilangkan tugas utama kami. Justru memperkokohnya. Kami ingin menciptakan rasa aman dari ancaman bersenjata, sekaligus rasa tenang untuk masa depan anak-anak dan ruang hidup ekonomi warga, " ungkap Lucky, Selasa (26/11/2025).
Bantuan yang diserahkan meliputi beras, lauk siap saji, serta kebutuhan nutrisi harian untuk anak-anak. Tak hanya itu, prajurit satgas juga tampak berdialog langsung dengan mama-mama petani yang sedang mengolah kebun mereka. Interaksi ini menjadi langkah awal pemetaan kebutuhan dukungan ekonomi dan kesehatan di wilayah binaan.
Kepala Suku Kampung Bruto, Orgenes Huby (41), mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan.
"Kami butuh TNI untuk lindungi kampung dari kelompok bersenjata, itu benar. Tapi kami juga butuh terang masa depan. Saat mereka datang bawa makanan dan bicara baik-baik dengan kami, kami merasa dihargai. Kami bukan hanya objek pengamanan, tapi bagian dari keluarga besar Indonesia, " ujar Orgenes, Selasa (09/07/2025).
Seorang ibu muda dari Kampung Bruto, Mama Almina (27), turut menyampaikan harapannya dengan mata berkaca-kaca.
"Anak-anak sering takut kalau dengar bunyi tembakan dari jauh. Tapi kalau bapak Marinir datang dan duduk sama kami, kami percaya masih ada perlindungan. Bantuan makan ini sangat membantu kami di musim paceklik, " katanya, Selasa (26/11/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah perbatasan dan pedalaman Papua kerap dilanda kekerasan oleh kelompok separatis bersenjata. Kehadiran Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 1 Marinir di Kampung Bruto menjadi bagian dari upaya negara untuk menciptakan lapis keamanan, perlindungan sosial, sekaligus memberikan dukungan dasar bagi generasi muda dan masyarakat adat setempat.
Hingga akhir kegiatan, situasi dilaporkan aman dan diwarnai keakraban yang tulus.
