INTAN JAYA - Di tengah kesejukan dataran tinggi Mamba, Intan Jaya, suasana berubah menjadi haru saat personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama keluarga Apertinus, seorang tokoh masyarakat setempat. Dipimpin langsung oleh Wadantim 1 TK Mamba, Serda Dian Heriyanto, bersama sepuluh anggotanya, kunjungan pada Sabtu (22/11/2025) ini bukan sekadar silaturahmi biasa.
Lebih dari itu, kehadiran mereka juga untuk melihat perkembangan kebun sayur keluarga Apertinus yang sebelumnya telah menerima bantuan benih pertanian dari Satgas. Jagung, daun bawang, dan berbagai jenis sayuran kini tumbuh subur, menjadi simbol harapan baru bagi keluarga yang dulunya hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat kekerasan kelompok separatis bersenjata OPM.
Di tepi kebun sederhana yang membentang menghadap perbukitan Intan Jaya, anggota keluarga Apertinus dengan suara pelan mulai membuka luka masa lalu yang begitu membekas.
“Dulu kami tinggal di bawah Mamba. OPM sering datang ambil makanan, hasil kebun… kami hidup takut, ” ungkap salah satu anggota keluarga.
“Tahun 2019, mereka bakar tiga rumah kami. Habis semua. Karena itu kami pindah ke sini supaya bisa hidup tenang.”
Kesaksian tersebut sontak menciptakan keheningan yang mendalam. Para prajurit mendengarkan dengan saksama, menyadari bahwa cerita ini bukan sekadar keluhan, melainkan potret nyata dari penderitaan masyarakat yang bertahun-tahun hidup dalam ancaman.
Serda Dian Heriyanto menegaskan bahwa kehadiran Satgas di Mamba merupakan wujud komitmen kemanusiaan yang tulus.
“Kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi saudara bagi masyarakat. Luka keluarga Apertinus adalah luka bersama. Satgas berdiri di pihak rakyat untuk memastikan mereka bisa hidup aman dan sejahtera, ” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Usai berdialog mendalam, personel Satgas turut serta mendampingi keluarga melakukan doa bersama di makam kerabat mereka. Suasana yang hening dan penuh kekhidmatan itu mencerminkan semakin eratnya hubungan emosional antara TNI dan warga Mamba.
Keakraban semakin terasa saat para prajurit dan keluarga bercengkerama di tengah hijaunya kebun. Seorang ibu dari keluarga Apertinus, sambil menggenggam erat tangan anaknya, lirih berkata penuh syukur:
“TNI datang baik-baik, bantu kami. Kami senang… hati tenang.”
Kegiatan Komsos kali ini berlangsung dengan suasana yang aman, hangat, dan penuh empati. Bagi masyarakat Mamba, kehadiran Satgas Yonif 500/Sikatan lebih dari sekadar tameng keamanan; ia adalah lentera harapan untuk kehidupan yang lebih damai.
Masyarakat setempat berharap rasa aman di Distrik Sugapa dapat terus terjaga, terutama dari ancaman OPM yang selama ini terus merusak kehidupan dan menebar ketakutan. Satgas pun menegaskan kesiapannya untuk berdiri tegak bersama rakyat, selangkah demi selangkah, dalam upaya membangun kedamaian yang berkelanjutan di Intan Jaya.
