JAYAWIJAYA - Di tengah gemuruh sukacita Natal, Kampung Walaik, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, merayakan momen penuh berkah dengan cara yang unik dan mengharukan. Tradisi kuno Bakar Batu, sebuah simbol kehangatan dan persatuan masyarakat adat, kali ini terasa lebih spesial dengan hadirnya personel Pos Walaik dari Satgas Mobile Yonif 644/Walet Sakti. Perayaan yang digelar di halaman Gereja Katolik Santo Paulus pada Minggu (28/12/2025) ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan tapestry kebersamaan yang dianyam erat antara TNI dan masyarakat setempat.
Kehadiran para prajurit TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, melainkan sebuah partisipasi aktif yang menyentuh hati. Mereka turut larut dalam setiap tahapan tradisi Bakar Batu, mulai dari persiapan bahan pangan hingga momen makan bersama yang penuh keceriaan. Suasana kekeluargaan begitu kental terasa, melampaui batas seragam dan tugas.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga belajar dan merasakan langsung nilai-nilai kehidupan masyarakat. Melalui Bakar Batu ini, kami memahami arti kebersamaan yang tulus. Natal adalah momen penuh sukacita, dan kami berharap kegiatan ini semakin menumbuhkan rasa saling mengasihi di tengah masyarakat, ” ujar Letda Inf Jhon Feri Malau, Komandan Pos Walaik.
Pernyataan tersebut disambut hangat oleh Philip Yelipele, Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santo Paulus. Ia mengungkapkan betapa berartinya kehadiran TNI bagi masyarakat Walaik.
“Bagi kami masyarakat Walaik, bapak-bapak TNI bukan sekadar simbol negara, tetapi sudah seperti saudara sendiri. Mereka hadir, bekerja bersama, dan makan bersama kami. Ini membuat kami merasa dihargai dan diperhatikan. Terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa ini, ” tuturnya.
Semangat kemanusiaan dan kebersamaan yang menjadi landasan pengabdian Satgas Mobile Yonif 644/Walet Sakti ditegaskan oleh Komandan Satgas, Letkol Inf Tiertona Arga, S.I.P.

“Satgas Mobile Yonif 644/Walet Sakti akan selalu hadir bersama masyarakat, baik dalam suka maupun duka. Tradisi Bakar Batu adalah warisan budaya luhur masyarakat Papua, dan kami merasa terhormat dapat ikut merayakan Natal bersama. Masyarakat Papua adalah keluarga kami, inilah alasan kami mengabdi di tanah ini, ” tegas Letkol Inf Tiertona Arga.
Seluruh rangkaian perayaan Natal di Walaik berjalan lancar, diwarnai tawa dan kehangatan. Momen Bakar Batu ini menjadi bukti nyata harmoni yang terjalin kuat antara TNI dan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen tak tergoyahkan TNI dalam menjaga kedamaian, melestarikan kekayaan budaya, serta merawat tali persaudaraan di Tanah Papua yang indah.

Updates.